Alhamdulillah, senang rasanya pagi-pagi membuka pintu depan dan menyaksikan bunga-bunga mekar dan hijaunya dedaunan bermandikan embun pagi di halaman rumah. Apalagi bila malam hari sebelumnya hujan, Subhanallah semakin sejuk suasana pagi dan ceria oleh pameran warna-warni aneka bunga.
Ruang terbuka di halaman rumah dinas kami tak terlalu luas. Namun itu tidak menyusutkan kesukaan kami untuk berkebun/bertanam. Oleh karena itu, kami manfaatkan sebaik-baiknya halaman dalam yang sempit dan halaman luar pagar dengan menanami aneka tanaman hias dan beberapa pohon buah meski harus saling berdesakan. Namun, jangan dikira hobi kami kelas tinggi, tak ada tanaman mahal sedkitpun di halaman kami. Paling mahal harga tanaman yang kami beli sekitar 30 ribuan saja, yang penting halaman kami hijau oleh tanaman dan tak terbiarkan kosong.
Kesukaan kami menanam bukan karena ingin mendapatkan prestise, namun terdorong juga oleh suatu keharusan. Keharusan? Ya, keharusan untuk ikut menjaga bumi tetap hijau. Apalagi kami tinggal di kota terbesar kedua di Indonesia. Betul, kota Surabaya memang dikaruniai udara yang lumayan panas, kami mandi lebih dari dua kali sehari: mandi air PDAM dan…mandi keringat setiap saat !!! Panasnya, bukan main. Ditambah lagi, penduduknya yang padat, jumlah kendaraan yang banyak dan jelas, tingkat polusi yang cukup tinggi dibanding kota-kota yang lebih kecil.
Nah, dengan adanya banyak tanaman di sekitar rumah, kami berharap tersedianya cukup banyak oksigen sehingga kualitas udara di sekitar kami menjadi lebih baik. Tanaman-tanaman itu berjasa besar menyerap karbon dioksida yang dihasilkan makhluk hidup akibat aktivitas ‘hidup’nya dan karbon monoksida dari asap kendaraan bermotor kemudian diolah melalui proses fotosintesis yang akan menghasilkan oksigen. Jelas sudah, bahwa tanaman merupakan pembersih debu alami yang tiada duanya di dunia ini. Maha suci Allah yang telah menciptakan aneka tanaman…
Lebih jelasnya, mari perhatikan gambar siklus oksigen di bawah ini:
(Sumber gambar: gurungeblog.wp.com)
waah gambarnya ternyata kurang jelas ya..
Tanah tempat menancapnya tanaman pun kebagian untung yang besar. Tanah menjadi lebih subur karena aktivitas di sekitar tanaman menjadi lebih ‘hidup’ oleh berbagai macam organisme dan mikroorganisme yang betah tinggal berdekatan dengan tanaman. Daun-daun yang berguguran memberikan nilai tambah bagi tersedianya zat hara pada tanah sehingga nilai ‘gizi’ tanah meningkat.
Maka tak salahlah bila kami mencintai tanaman dan menyukai kegiatan bertanam….
Dan tak salahlah bila kita semua pun turut mencintai tanaman dan menyukai kegiatan bertanam…..
Pada bulan Maret-April ini curah hujan di kota Surabaya sedang tinggi-tingginya. Ini merupakan berkah tersendiri bagi kami, udara menjadi sueejuk poll dan tanaman rajin sekali berbunga. Yuk kita intip sedikit beberapa ‘foto model cantik’ yang indah untuk diabadikan ini…
Model: Bunga Soka merah daun mini
Model: Euphorbia merah
Euphorbia kuning ini rajin sekali berbunga sejak awal memilikinya
Mini rose merah muda, sayang mudah sekali gugur mahkota bunganya
Si Jasmine yang harumnya semerbak ….
Di bawah ini adalah pose para fotomodel yang dijepret oleh fotografer amatir pada Bulan Mei sepulang dari rumah sakit:
Adenium siap-siap mekar
Euphorbia di pot lain sedang bermandikan embun pagi dan titik-titik hujan
Mini white rose, hanya satu-satunya mawar yang mekar di Bulan Mei
Euphorbia berlurik/bercorak
Mini euphorbia dengan garis hijau di tengah-tengah “mahkota” bunganya
Ephorbia dengan bunga muda berwarna hijau
Si kuning senang sekali berbunga
Kuncup melati yang sebentar lagi memekarkan diri
















PERTAMAX ya umm
waduh masya alloh y indah indah bunganya..
met berkebun aja..
saya juga suka banget berkebun ni hehe
salam
yuk atuh berkebun…
Wah saya juga suka tuh jeprat-jepret bunga, tapi baru di kebunnya mertua, belum punya kebun sendiri :D Pengen suatu saat bisa berkebun bersama keluarga di rumah sendiri :)
Semoga terlaksana ya Um :)
amiin…
bunganya udah terpajang tho…?
koleksi pribadi or milik orang tuh..
^__^
yang ” Si Jasmine yang harumnya semerbak ….
bukannya melati ???
Aduh ngenyek ki…bunga sendiri dong Pak…
melati kan nama latinnya jasmine..^^
Wah saya juga hobby berkebun,cuma koleksi euphorbia saya sedikit,yang banyak koleksi adenium,saya dan suami juga suka nyambung adenium lho…..
Subhanallah, saya diajari dong cara nyambung adeniumnya…^^maklum pemula sih Mbak, pokoknya nanam, disiram, udah gitu aja…melihat mereka berbunga aja dah seneng banget
Sama sih Mbak, kami juga belajar, karena kami tinggal di Lombok Timur, kalo mau weekend ke kota Mataram kurang lebih 50 km dari rumah ditempuh dalam waktu satu jam, sehingga acara weekend kadang kami berkebun, coba2 nyambung adenium, kalo berhasil duh…..seneng banget, jadi obat lelah saat pulang kerja, maklum kami berdua sama2 karyawan swasta, jadi berangkat pagi pulang sore
Suhanallah, dari Mataram…jauuuh banget Mbak!! Seneng ya refreshing berkebun setelah penat bekerja…bener2 fresh, tidak hanya hati pekebunnya tapi juga halamannya. …Ok, selamat berweekend dan berkebun Mbak. Semoga tambah fresh dan tambah harmonis karena berkebun berdua ^^Makasih sekali udah main ke sini…
kalau di rumah, papa dan mama yang suka berkebun. semoga nular ke anak-anaknya
ternyata banyak yang suka berkebun ya^^….bisa dibagi dong ilmu berkebunnya…