Biasanya anak sekolah akan “menghabiskan” buku tulisnya dalam watu satu tahun pelajaran. Itupun tidak sampai habis 1 pak (12 biji), apalagi jaman sekarang anak-anak lebih banyak disibukkan untuk mengisi LKS daripada menulis di buku tulis.
Tapi dua anak sekolah ini agak lain, mereka bisa menghabiskan dua pak buku tulis dalam waktu satu bulan saja! Anak kuliahan kah? Bukan, yang satu baru T K B dan satu lagi baru kelas 1 SD… ^^
Inilah setumpuk buku yang mereka habiskan dalam waktu 2 bulan saja. Hampir-hampir ortunya “tekor” karena 2 anak laki-laki ini benar-benar kecanduan buku tulis dan pulpen. Mereka akan merengek tiada henti bila buku tulisnya habis dan tak segera dibelikan.
Buku tulis dan pulpen adalah senjata andalan yang selalu mereka bawa ke mana-mana. Di kasur (sampai kasur kotor dan tembok kotor oleh coretan tinta..hhhh), di dapur sambil menunggui umminya masak, di masjid sambil menemani abinya ta’lim, di ruang tamu juga. Ke rumah eyang, ke rumah simbah, ke rumah sakit…everywhere dua benda ini tidak boleh tertinggal.
Mereka akan sibuk mencoreti bukunya sambil asyik berceloteh sendiri. Dengan tengkurap di atas lantai atau kasur mereka bisa tahan berkutat dengan buku tulisnya itu selama 1 jam.
Apa saja yang mereka coretkan dalam “kanvas” tersebut? Mari melongok sebagian isi buku tulisnya :
Adik menggambar jalan raya dan mobil
Gambar komputer adik yang dulu
Tidak bosan-bosannya menggambar truk
Sejak usia 3 dan 4 tahun mereka suka menggambar. Bermula dari melihat seorang kawan mereka yang pandai menggambar, akhirnya mereka pun minta “fasilitas” menggambar kepada abi dan umminya. Gambarnya memang tidak bagus-bagus amat dan cenderung itu-itu saja (mobil, pesawat, kereta api), namun imajinasi mereka begitu berkembang dan kaya seiring dengan keasyikan menggambar. Inilah yang terpenting: memberi kesempatan kepada anak untuk mengespresikan dirinya selama itu dalam koridor kewajaran dan syar’i.
Menggambar hanyalah salah satu hobi dan pengisi waktu luang mereka berdua. Hobi mereka yang tak kalah serunya adalah membaca (lebih seringnya sih dibacakan..), main game, mobil-mobilan, berenang, masak-masakan (^^), bapak-bapakan (sambil menenteng tas besar punya abinya ke mana-mana), sekolah-sekolahan, main pasir, nyari game, melihat film kartun mobil dan fauna , dan yang terbaru: main stik es krim ala upin dan ipin.
Meski tak ada televisi di rumahnya, namun tak mengurangi keriangan dan keceriaan mereka. Justru mereka lebih aktif dan kreatif. Mereka punya waktu lebih banyak untuk berimajinasi, mengekspresikan diri dan yang utama: mereka punya kesempatan banyak untuk BELAJAR apa saja. Tidak hanya bengong di depan kotak ajaib bernama tipi. Dan dengan tiadanya televisi, orang tuanya dapat lebih mudah mengarahkan mereka kepada kebaikan karena contoh-contoh buruk yang sering ditampilkan di televisi telah diminimalisir.
Alhamdulillah prestasinya di sekolah pun tak mengecewakan, termasuk 3 besar di sekolah masing-masing. Bila bukan karena Kemurahan dan Kebaikan-Nya, mereka takkan bisa seperti demikian
Mas Ganteng dan Dik Lucu, jadilah kalian penyejuk mata orang tuamu selalu……………….







wah, cerdas pasti ya nih Mas Ganteng dan Dik Lucu ^^
secara jaman sekarang tuh banyak anak2 seusia itu banyak yang
meniru aktivitas orang dewasa yang blum cocok dilakukan mereka
senang ya bu melihat anak2 bisa aktif dan kreatif,
semoga Mas Ganteng dan Dik Lucu kelak jadi orang sukses :)
Amiin..
Alhamdulillah didoakan terus, sama-sama semoga Dik Ryan juga jadi orang sukses ^^
amin, makasih kak Desi ^^v
jazakillah khairan,,
waiyakum..
semoga bisa menjadi anak anak yang pintar dan penuh kreatifitas ya mbak amiin
Amiin
hi-hi-hi… :
sama kaya marwa mba, tapi bocah satu ini hobinya mewarnai
dalam sebulan sampai 2 kali belikan alat mewarnai kalau ga krayon, pensil warna, atau spidol
lumayan jg belinya je…
kalo mewarnai mereka juga suka, tapi nggak seheboh menggambar seperti ini,
tau ‘kali ya ortunya cuma PNS, jadi musti ngirit beli krayonnya…^^
Aih, marwa kreatif juga…ayo tampilin gambarnya..
gambarnya lucu n kreatif, masyaAllah.. semoga harapan abu dan ummunya terkabul yaa… aaamiin
Gambarnya antik Mbak..^^
Amiin.
Kalau saya malah kebalikannya. Waktu sekolah, saya paling nggak terlalu bisa menggambar. Tidak tahu kenapa.
Memang, seharusnya anak2 ulai dari dini, diberikan media untuk mencorat-coret agar merangsang kreatifitasnya
Bakat anak kan beda-beda.
Tidak bisa nggambar tapi pasti bisa yang lainnya..^^
Buat bekal berumah tangga nanti ya..
Mudah2an prilaku anak yang suka menghabiskan banyak buku dan hoby corat-coret berbuah positif di saat dewasa nanti ya Mbak.
Amiin.
Subhanallah… kreatif banget ya
Ehm… tinggal ortunya aja nih yang pandai2 memilih buku yang lebih murah, supaya lebih hemat
betul Mbak Akin, saya musti hunting kemana-ana nyari buku termurah..^^
salam kenal …
Salam kenal jg..
salam kenal juga
Subhanallah……
dunia anak memang penuh kreatifitas…
besok klu udah gedhe liat gambar ini pasti ketawa sendiri nih…
tapi sepertinya tidak sempat liat Pak Wawan, soalnya keburu saya serah terimakan ke tukang rombeng…
soanya membikin rumah jadi penuhh…^^
katanya klo senang dengan hal-hal seni berarti otak kanannya lebih aktif dibanding otak kiri yang berarti kreatifitasnya lebih tinggi
Tapi yang manapun tetap baik bila diarahkan ke arah yang baik
culik satu ah, klo ibunya gak liat hihihihi….
mmm gitu ya…semoga.
Aduh…tolong ada gadis cantik mau nyulik anakku…!!!^^
wah…ada bakat si kakak dan si adek..
Iya, bakat ngabisin buku dan tinta …^^
Wah sangat kreatif.XD sharusnya memang demikan, contoh yg baik2, salam kenal.XD
salam kenal juga…terima kasih sudah mampir ke sini
waduh masih bagus dan bagus banget gambar truk ,aku malah gambarnya bunder-bunder mulu akhirnya ga bisa gambar saat sekarang. he he he
Aduh begini di bilang bagus…terima kasih, terimakasih ^^
Biar tidak bs nggambar tapi kawan lama pinter bikin puisi………..
kalau anak-anak ana lebih parah um, nggambarnya di tembok rumah. Hehehe. dah dikasi kertas, buku… tetap saja lama-lama larinya ke tembok. Ya sudahlah…. cuma bisa pasrah. Alhamdulillah ‘ala kulli hal, di rumah juga nggak ada TV. anak-anak jadi lebih kreatif, apa-apa dijadikan mainan. ana masak saja. wajan, ulekan, panci dijadikan obyek mainan. sama juga nggak um? hehehe.
Sama Ummu, apa saja dibuat mainan….
Jazakillah khoir sudah berkunjung kemari^^