Umumnya kaum hawa memiliki kesukaan berbelanja. Apalagi bila sudah bergelar istri atau ibu rumah tangga, maka aktivitas berbelanja sangat tidak bisa dipisahkan dari daftar kegiatan harian ataupun mingguan. Ya, siapa lagi yang memanage tersedianya beras, gula, minyak, garam, tepung, gas elpiji dan semua isi dapur maupun kulkas, memeriksa isi lemari pakaian apakah sudah waktunya membeli pakaian/perlengkapan baru, mengecek kebutuhan sekolah anak-anak apakah ada yang rusak dan perlu diganti atau tidak. Ibu, sang manager keluarga memang bertanggung jawab atas urusan “logistik” rumahnya. Jadi sebenarnya urusan berbelanja tidak semata soal kesenangan, namun juga sudah menjadi kebutuhan. Kebutuhan plus kesenangan, jadilah gabungan dua hal ini sebuah aktivitas “wajib” kaum hawa (sebenarnya kaum adam juga kan ? hanya mungkin kesempatan kaum hawa untuk shopping lebih banyak sehingga kebanyakan kaum hawa lah yang memenuhi pertokoan dan pasar…)
Ditambah begitu jelinya para pedagang melihat kecenderungan ini sehingga belakangan pembangunan mall-mall (baca:pertokoan modern dan mewah) di kota-kota besar bagaikan cendawan di musim hujan. Acara belanjapun dikemas sedemikian menarik mata dan jiwa (baca: nafsu). Paket promosi, paket diskon, paket murah, paket three in one, paket hemat dan seabreg iming-iming lainnya. Di satu sisi, memang sah-sah saja pedagang membuat strategi sedemikian rupa untuk menarik minat pembeli, selama itu dalam batas kewajaran dan kehalalan, juga dilakukan dengan kejujuran dan profesional. Namanya juga orang bekerja, tentu ingin mendapatkan keuntungan banyak bahkan kalau perlu melimpah. Lagi pula uang hasil jerih payahnya juga untuk menghidupi keluarganya kan? Jadi sesungguhnya pedagang dan pembeli adalah pasangan serasi yang saling membutuhkan dan menguntungkan.
In other side……………….
Tentu pernah kita rasakan dan alami, ketika kita sedang dikelilingi oleh berbagai pilihan keindahan, keelokan, kelezatan, kegunaan benda-benda di dalam pertokoan ataupun mall, seringkali nafsu konsumerisme pada diri kita mendesak-desak menuntut pemenuhan. Ah mumpun diskon,……ah mumpung ke sini, kan nggak tiap minggu kesini, …….ah mumpung barangnya ada, ….ah mumpung ini dan itu! Si aji mumpung memang pandai sekali merayu jiwa ditambah kocek yang masih mencukupi hingga akhirnya kita pun tergoda membeli. Padahal dari rumah kita sudah punya perencanaan apa saja yang musti kita beli, namun rencana tinggallah rencana…..nafsu tidak bisa diajak bernegosiasi lagi!
Konsumerisme memang banyak dialami oleh para konsumen. Membeli sesuatu dalam jumlah berlebihan, membeli sesuatu yang belum/ tidak terlalu kita butuhkan saat ini, membeli barang-barang tak berguna adalah bagian dari sifat konsumerisme. Sifat ini memberikan dampak yang cukup bahkan bisa sampai derajat sangat negatif bagi pribadi maupun keluarga.
Bahaya konsumerisme antara lain:
- Seseorang menjadi terbiasa memanjakan dan menuruti nafsunya tanpa pertimbangan yang matang akibatnya ia menjadi orang yang kurang mampu mengendalikan dirinya.
- Seseorang menjadi terbiasa tidak melakukan perencanaan terhadap apa yang akan dibelanjakannya/dilakukannya.
- Seseorang akan terbiasa bersikap dan akhirnya bersifat boros, menyia-nyiakan harta.
- Ada seseorang menjadi terbiasa berhutang sana-sini atau mencuri untuk memenuhi nafsunya.
- Ada seseorang yang terjangkiti kleptomania untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.
- Keadaan ekonomi rumah tangga menjadi morat-marit, besar pasak dari pada tiang akhirnya sibuk menggali lobang dan menutup lobang.
- Memicu pertengkaran keluarga, membuat pusing bahkan stress kepala keluarga.
Beberapa kiat di bawah ini semoga dapat membantu kita semua untuk terhindar dari sifat konsumerisme:
- Pergi ke toko/pasar/mal hanya pada saat kita butuh sesuatu (niatnya hanya untuk berbelanja kebutuhan) bukan karena untuk menghabiskan waktu, jalan-jalan, cuci mata, atau refreshing.
- Tetaplah membuat daftar belanjaan karena ia memandu kita dalam berbelanja : apa saja yang harus kita beli dan barang apa saja di dalam daftar yang belum kita beli.
- Niatkan dari awal untuk membeli sesuai daftar, tidak tergoda dan membeli barang-barang di luar daftar apalagi bila benda-benda tersebut tergolong kebutuhan sekunder atau tersier.
- Bawalah uang seperlunya untuk menghindari keinginan-keinginan belanja yang tak perlu.
- Ketika hati kita mulai tergoda untuk membeli barang di luar daftar, pertimbangkan baik-baik, dan banyak-banyak dan jangan biarkan mas aji mumpung merusak akal sehat kita.
- Pikirkan: masih akan ada pengeluaran untuk hari-hari yang lain, bagaimana bila ada kebutuhan mendadak dan memerlukan biaya yang besar?, Masih ada hari esok untuk membeli barang-barang “itu”, apakah saya sangat membutuhkan barang tersebut saat ini?, seandainya saya tidak membeli barang tersebut apakah hidup akan berjalan tidak normal dan menyenangkan?, masih ada orang lain yang mesti kita bantu dengan sedekah uang kita…
- Yakinkan diri bahwa: setiap rupiah uang yang kita belanjakan/pergunakan akan dimintai pertanggung jawaban oleh Sang Maha Pemberi Rizki.
- Ingatlah : pemboros-pemboros itu saudaranya syaithon.
- Jangan lupakan senjata utama anda: DOA!
Pasar (baca:pusat-pusat perdagangan) adalah tempat yang paling buruk sebagaimana telah disabdakan Rasulullah dalam HR Ibnu Hibban no 1599. Syeikh Syuaib al Arnauth mengatakan, “Hadits hasan” :
“ Tempat yang paling baik adalah masjid, sedangkan tempat yang paling buruk adalah pasar.”
Keutamaan pasar memang besar, namun ia juga dapat membahayakan karena umumnya orang banyak dilalaikan dan terjerumus pada kejelekan ketika berada di pasar, mal-mal dan pusat-pusat keramaian. Lihatlah sendiri: dimanakah sering terjadinya pencopetan/penjambretan? Dimanakah sering terjadinya kecurangan dalam perdagangan? Dimanakah sering ditemui persaingan sengit antar pedagang? Dimanakah sering kita dengar kata-kata yang kasar dan kotor? Banyak orang melalaikan waktu sholat ketika berdagang maupun berbelanja. Jarang sekali orang mengingat Allah (berdzikir) saat di pasar/mall . Begitu pula banyak orang yang menjadi tertipu dan boros belanja ketika berada di pasar/mall karena terlalu sering dan lama mencuci matanya dengan barang-barang dagangan yang dipajang.
Oleh karena itu, sebelum memasuki pasar/mall mari berdoa.
“Barangsiapa masuk pasar, lalu membaca:
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
“Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahulhamdu, yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khoiir, wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir.”
Allah mencatat untuknya satu juta kebaikan, menghapus darinya satu juta keburukan dan meninggikan untuknya satu juta derajat.”
(HR. At-Tirmidzi 5/291, Al-Hakim 1/538 dan Ibnu Majah 2235. Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih Ibnu Majah 2/21 dan Shahih At-Tirmidzi 2/152.)
Arti doa tersebut:
(Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan, bagiNya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tanganNya semua kebaikan. Dan Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.)
Ada yang ingin menambahkan atau mengoreksi? Silahkan………….



Alhamdulillah kami sekeluarga belanja ke Hypermart ato mall plg 1 bln ( habis gajiannn nih.. ) skali…
rame2 sama anak istri…mklum mereka senang… skaligus jalan2…
klu susu anak2 habis plg pergi sendiri biar irit …coba ajak anak2…waduh bisa repot …
:) :)
btw..
Jazakillah tipsnya en nasehatnya…
Duh yang ke hypermart rek…^^
Waiyakum…
Wanita memang sering lapar mata, tapi alhamdulillah saya bisa menahan diri
tipsnya sangat bermanfaat
salam kenal :)
wah hebat bisa menahan diri…
terima kasih sudah mampir, salam kenal juga
waw postingannya hebat y
salam hangat dari blue
terima kasih…
salam hangat juga
“…tidak tergoda untuk membeli barang diluar daftar…”
hmmm…. ini salah satu penyakitku mba desi he-he ^_^
mampir ya, dah ada postingan baru (jualannya prei dulu :) )
kadang2 penyakit juga kok Um…maklum wanita, suka “tergoda”^^
Insya Allah segera mampir
aq juga suka pake daftar belanja kalo belanja mbak.. kalau ga malah tekor nantinya…. soalnya kalau udah di mall jadii lupa dech… makanya kita dituntun buat mengucapkan doa masuk pasar yaak… ^^
betul Mbak…
hihihih.. saya sering laper mata apa lagi kalo ketoko buku.. langsung kalap deh…
wah kl ke toko buku sih saya jg suka agak rakus ^^, ambil2 aja. Tp udah ada anggarannya sih..
tipsnya ok, kebiasaan saya kadang suka menimbang u/ membelanjakan uang apalagi pertengahan bulan akhirnya malah keluar tanpa hasil xixixixi…, kadang2 suka muter2 sampe 1-2jam cuma buat cari barang yg harganya murah+emang butuh+berdaya manfaat tinggi (apa coba) pedahal yg dibeli cuma sabun mandi 1 batang lagi haghaghaghag…
hehehe…cari sabun sampe muter2 gitu…but saya jg pernah kok
Btw saya suka bingung panggil adinda apa ya? Masa Dik ok sih?
wah… baru tau masuk pasar ada do’anya…
Pantesan saya selama ini doyan belanja ini itu, karena diikutin syaitan sih
yuk dihapalkan bareng2..^^
Syukron banget atas tips-nya…
Mengingatkan diriku agar nggak konsumtif dan tanpa perencanaan…
sama-sama
Saya juga harus lebih belajar mengendalikan pengeluaran yang kadang tidak sesuai pendapatan. Karena kalau sudah belanja, kadang2 barang2 yang sebenarnya tidak kita butuhkan, eh jadi kebeli juga. Mungkin saya perlu membuat semacam catatan kecil kali sewaktu berbelanja
ya, betul. Monggo dicoba tipsnya
ya betul, monggo dicoba tipsnya…^^
alhamdulillah saya tidak begitu pengen belanja kalau lagi gak punya uang ( lha iya lah mau bayar darimana..ngaco aja xixi )
sama atuh ^^
Wah, ini mah tips buat istri saya Mbak, he..he..
Tips yang bagus. kalo kami hanya kira2 kita butuhkan saja yang harus dibeli. dan sesuai rencana. salam sehat
salam sehat kembali
wah, komplit informasinya…
kandang cuman bisa gigit jari…
ternyata kalo tak ditahan gak bakalan puas ya,,,
Alhamdulillah.
Kok gigit jari segala?
wehehehe…, kiasan saja atuh bu
soalnya klo maksain dibeli…bisa menguras habis tuh celengan, hehehe…
jadi ya hanya bisa menahan diri…
gtu bu
ooohhh begitu to ^^
saya klo belanja juga pake catetan, trus klo lagi proses belanja tergoda ngmabil barang di luar catetan, biasanya sebelum masuk antrian kasir, cek belanjaan lagi n kluar deh barang2 yg diambil hanya karena dorongan sesaat hehe..
sama dong Buk ^^
Terima kasih udah berkunjung ke sini
Boleh nambahin gak mba
“kalau lagi berbelanja dan ngajak suami, belanjanya jangan lama-lama ”
Beberapa waktu yang lalu aku melakukan survei kecil-kecilan, ternyata seorang suami memiliki kecenderungan tidak betah kalau disuruh menemani belanja istrinya.
Alasannya terlalu njelimet cara belanjannya. Walaupun ada yang suka, tetapi itu sebuah keumuman.
Coba tanya abinya… bener gak ?
jawabnya pasti bener …
Boleh-boleh…
Tapi Ahsan, surveinya tidak berlaku buat my husband hehehe,
Soalnya dia termasuk yang sangat sabar menemani wanita belanja, apalagi kalau pas nganter ibunya ngubek-ngubek pasar dengan belanjaan ‘segunung’…pokoknya jempol deh ^^
Whaaa kayaknya ilmu dan tips husbandnya perlu dibagi sama aku
soalnya koq bisa-bisanya dia menahan dan bersabar untuk mengantar wanita berbelanja….
bener dah, jarang aku jumpai yang seperti itu…
apa sih mba tips suaminya…
perasaan menunggu wanita berbenja itu menyebalkan deh..
he he he
Entahlah saya sendiri gak tau Dik…^^sudah dari sononya ‘kali
Itu kan perasaan…coba menunggunya dengan cinta dan lapang dada, mungkin jadi tidak menyebalkan..trus ikut menerjunkan diri pilih2 barang. Kalo cuma bengong memang jadi sebel..
Tips yang bermanfaat um.
Ana kalau belanja seringnya dianter suami, dan kalau beli sesuatu yang di luar kebutuhan tanya suami dulu, jadi Alhamdulillah ‘agak terkontrol” dan diingatkan kalau memang membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan.
yang utama sebagai ummahat, harus bisa membedakan sesuatu itu benar-benar dibutuhkan atau cuma “keinginan” saja. Demikian, semoga bermanfaat. barokalloh fiik
wa fiikum barakallah
enaknya dianter suami terus…^^ saya kadang2 aja kalau pas suami tidak terlalu sibuk, seringnya sih sendiri atau dengan anak2
Wah, tips yang jempol, saya senang dengan tips ini, kebetulan my husband tidak pernah keberatan nganter belanja, bahkan ke pasar tradisionalpun mau nganter asal tidak lagi sibuk, bahkan mengigatkan untuk mencatat apa2 yang mau di beli.
maturnuwun Mbak
Alhamdulillah kita punya tipe suami yang sama ya soal ngantar2 belanja..^^
bawa uang scukupx mb.. =) so kalo d daftar udah dibeli semuanya, kita gag bisa berkutik cz uang juga udah ludes =)