Golek ilmu iku wis dadi kewajibane manungsa.
Sinau wiwit cilik kayo wong ngukir ing watu, dadi apa wae sing disinauni gampang dingerteni.
Nanging menawa sinau sawise dewasa kaya wong ngukir ing banyu,
Tegese anggone sinau (menawa nrima piwulang) iku angel.
Mula saka iku wiwit saiki ayo sing sregep sinau.
Lan sinau iku ora ana batese wektu lan umur. Cilik, gedhe, lanang, wadon, enom lan tuwa kudu sinau lan golek ilmu.
***
Bagi yang tidak mengerti, saya sudah menyiapkan terjemahannya di bawah ini, monggo dipun waos ^^, mari dibaca:
Mencari ilmu itu sudah menjadi kewajiban manusia.
Belajar sedari kecil ibarat mengukir di atas batu, apa saja yang dipelajari mudah dimengerti.
Tapi bila belajar di saat sudah dewasa seperti mengukir di atas air, ketika belajar (menerima pelajaran) sulit mengerti.
Oleh karena itu mulai sekarang mari rajin belajar.
Belajar tidak memiliki batas waktu dan usia.
Kecil, besar, laki-laki, perempuan, muda dan tua harus belajar dan mencari ilmu……….
*****
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Menuntut ilmu termasuk amal kebaikan yang paling utama, sedangkan kebaikan-kebaikan itu akan melenyapkan kejelekan. Maka sangat layak jika menuntut ilmu karena mengharapkan wajah Allah menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa yang telah lalu. Dalil-dalil menunjukkan bahwa mengikuti kejelekan dengan kebaikan akan dapat menghapuskan kejelekan. Lantas bagaimanakah lagi dengan suatu amal yang tergolong kebaikan paling utama dan ketaatan yang paling mulia! Diriwayatkan dari Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu, beliau pernah berkata, “Sesungguhnya ada seorang yang keluar dari rumahnya sedangkan dia menanggung dosa yang banyak sebagaimana bukit Tihamah, tatkala dia mendengar ilmu (disampaikan) maka dia pun merasa takut, kembali (taat) dan bertaubat. Maka pulanglah dia ke rumahnya dalam keadaan bersih dari dosa. Oleh sebab itu janganlah kalian memisahkan diri dari majelis para ulama.” (Al-’Ilmu, fadhluhu wa syarafuhu, hal. 80).
Syaikh Abdul Malik Ar-Ramadhani rahimahullah juga telah menukilkan sebuah perkataan yang indah dari Al-’Alamah Ibnul Qayyim Al-Jauziah rahimahullah dalam kitabnya Sittu Duror:
“Kemuliaan ilmu itu tergantung pada apa yang dibahas, dan tidak ragu lagi bahwa ilmu yang paling mulia dan paling agung adalah ilmu bahwa Allah adalah Dzat yang tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Dia Rabbul ‘Alamin, yang menegakkan langit-langit dan bumi, Raja yang haq dan nyata, yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan jauh dari segala cacat dan kekurangan serta dari segala penyamaan dan penyerupaan dalan kesempurnaan-Nya. Juga tidak ragu lagi bahwa ilmu tentang Allah, tentang nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya serta perbuatan-Nya adalah ilmu yang paling mulia dan agung.”
Perkataan beliau tersebut menyiratkan bahwa ilmu yang paling utama adalah ilmu tentang tauhid, sebagaimana perkataan beliau selanjutnya:
“Dan ilmu tentang Allah merupakan pokok serta dasar pijakan semua ilmu. Barangsiapa mengenal Allah, dia akan mengenal yang selain-Nya dan barangsiapa yang tidak mengenal Rabb-Nya, terhadap yang lain dia lebih tidak mengenal lagi.”
Mengapa ilmu tentang tauhid begitu penting kedudukannya menurut pandangan para ulama?
Syaikh Abdul Aziz bin Adullah bin Baz mengatakan dalam kitabnya Al-Ilmu wa Akhlaaqu Ahlih (edisi Indonesia: Ilmu dan Akhlak Ahli Ilmu):
Bukanlah tujuan berilmu itu agar engkau menjadi seorang ‘alim atau agar engkau diberi ijazah yang diakui dalam suatu bidang ilmu. Namun tujuan di belakang semua itu adalah supaya engkau beramal dengan ilmu yang engkau miliki, agar engkau mengarahkan manusia kepada kebaikan. Beliau menyebutkan:
Karena dengan ilmu-lah seseorang sampai pada pengetahuan tentang kewajiban yang paling utama dan paling agung, yaitu men-tauhid-kan Allah dan mengikhlaskan ibadah untuk-Nya. Sebagaimana sudah kita ketahui bahwa Islam didirikan atas lima dasar yang disebut rukun Islam, dan dasar yang pertama adalah syahadah Laa Ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang haq selain Allah) yang melahirkan konsekuensi bagi yang mengucapkannya untuk beriman pada Allah dan hanya beribadah kepada-Nya. Allah berfirman dalam kitab-Nya yang artinya: “Sembahlah Allah olehmu sekalian, sekali-kali tidak ada sesembahan yang haq selain daripada-Nya. Maka, mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya).” (QS. Al-Mukminuun: 32)
Beribadah kepada Allah adalah tujuan utama hidup manusia di dunia ini, sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya:
“Dan, Aku tidak menciptakan manusia dan jin melainkan untuk menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariat: 56)
Dalam beribadah terdapat dua syarat agar amal ibadah diterima, yaitu ikhlas dan sesuai petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang yang tidak memiliki ilmu tidak akan mengetahui bagaimana caranya ikhlas dan bagaimana beribadah sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sahabat, mumpung kita masih diberi waktu oleh Allah, mari kita menuntut ilmu untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Jangan sampai waktu kita terbuang begitu saja, tanpa kita isi dengan membaca ilmu, mendatangi majelis ilmu dan memperdengarkan telinga kita dengan ilmu yang bermanfaat. Semoga kita senantiasa dapat memperbaiki amal-amal kita sehingga menjadi amal yang benar (amal sholih). Amiin.
(Ucapan para ulama diatas saya nukil dari: http://assunnah-qatar.com/tauhid-artikel-185/601-dalam-cahaya-ilmu-dan-tauhid-para-salaf.html, http://uhibbulillah.multiply.com/journal/item/122/122)
pic: geond.com



masya Allah.. ilmu itu cahaya.. yang menerangi kehidupan kita.. subhanallah.
benar ucapan antum…..semoga jalan hidup kita senantiasa diterangi cahaya ilmu. Amiin.
mba, aku keturunan jawa tapi ga bisa ngomong jawa… :mrgreen:
tapi insyaAllah tidak kehilangan minat untuk terus mencari ilmu…
salam… :)
walah gak papa um, nggak ada kewajiban orang jawa harus bisa bahasa jawa…apapun bahasa kita dan suku kita , kita punya kewajiban utama: menuntut ilmu syar’i…
kalau mau belajar bahasa jawa juga gampang um, sering kumpul orang jawa aja ntar ketularan deh bahasa jawanya :) salam juga Um…
mencari ilmu Din Insya Allah sebagai salah satu jalan dibukakannya pintu rezeki dari Allah Ta’ala.
Insya Allah..
aq terobsesi banget ama ilmu… segala aspek kehidupankita di dunia ini kuncinya adalah ilmu… dah itu ajah…. hehehe
benar menuntut ilmu adalah wajib dan pembuka ilmu adalah baca. dan setelah itu mengamalkannya.amien
kalimat yang indah…
ilmu adalah awal dari setiap perkataan dan perbuatan :)
setiap amal akan memberi manfaat ketika dibarengi
dan diawali dengan ilmunya…
jadi mari kita terus mencari ilmu…
“ilmu itu cahaya, bodoh itu bahaya”
:)
kata-kata yang bagus: ilmu itu cahaya, bodoh itu bahaya…
Asiikkk…
siang-siang gini dapat pencerahan untuk bisa semangat belajar lagi…
makasih yaaa
salam kenal
sama2. Alhamdulillah bisa bermanfaat.
yukk belajar ^^
Inggih, leres…leres… saestu leres.
Sinau meniko kewajiban tiyang sedoyo. putro-putri,tiyang sepuh-lare alit. nanging sinau wiwit alit meniko luwih sae, kados mengukir ing inggile( watu)….
watu kromo inggile opo tho…?
Maturnuwun Abu Fahd, mari belajar mumpung masih ada kesempatan dan mumpung belum terlambat.
Watu? aduh saya jg lupa…^^