(Artikel ini saya postingkan khusus bagi mereka yang beragama Nasrani yang telah mampir di Blog saya, semoga bermanfaat)
Seseorang beragama Nasrani menulis sebuah surat kepada Syaikh Mamduh Farhan Al Buhairi, pengasuh konsultasi agama di majalah Qiblati. Berikut isi dari suratnya:
Aku bekerja di kota Jeddah. Aku pernah menziarahi salah satu temanku yang muslim di sebuah hotel. Bersamaan dengan itu, telah dilakukan pembagian majalah gratis yang dipersembahkan oleh majalah Qiblati untuk jama’ah haji. Merekapun memberiku majalah tersebut bersama dengan sejumlah jama’ah haji yang hadir. Setelah kembali ke rumah, aku membuka lembaran-lembarannya. Maka kutemukan bahwa majalah Qiblati berhak untuk mendapatkan perhatian. Tidak hanya kaum muslimin, tapi setiap manusia mungkin bisa mengambil faidah dari majalah ini.
Akan tetapi aku meminta dari anda sekalian, agar anda sekalian perhatian dengan mempelajari agama nasrani, karena dia adalah agama yang benar yang diinginkan Allah agar diikuti seluruh manusia. Sebagaimana anda sekalian menampakkan agama kalian dengan rupa yang baik, maka anda sekalian harus tahu bahwa agama nasrani adalah agama yang indah, tidak mengajak kepada pembunuhan manusia, bahkan dia agama keselamatan dan keamanan. Seandainya setiap manusia mengikuti wasiat 10, maka mereka akan merasakan kehidupan yang sesungguhnya.
Surat ini dijawab oleh Syaikh Mamduh sebagai berikut:
…………….
Aku akan memulai dari mana anda berakhir. Saat anda mengatakan bahwa agama Nasrani tidak mengajak kepada pembunuhan manusia, maka aku merasa bahwa anda mengisyaratkan bahwa agama Islam mengajak kepada pembunuhan manusia. Ini tidak benar dan mengada-ada. Allah ta’ala telah menyebutkan dalam al-Qur’an:
Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya (Surat Al-Maidah: 32)
Maka janganlah menilai agama Islam dari sela-sela perbuatan sebagian pengikutnya. Jika tidak demiian, maka seandainya manusia itu menilai agama Nasrani dari sela-sela sebagian perbuatan orang-orang Nasrani, maka tidak ada seorangpun yang akan masuk ke dalam agama Nasrani.
Kemudian, anda mengatakan bahwa agama nasrani adalah adalah agama haq yang diinginkan oleh Allah ta’ala agar diikuti oleh seluruh manusia. Dan anda meminta agar kami perhatian dan mempelajari agama Nasrani. Baik, kami akan mempelajari poin penting dalam agama kalian dengan pelajaran singkat.
Sesungguhnya kami berharap agar orang-orang nasrani mengikuti wasiat 10 yang ada di dalam injil. Akan tetapi kenyataannya anda sekalian tidak mengikutinya, aku akan menetapkan hal ini bagi anda dengan mudah:
Apa isi wasiat pertama dari wasiat 10 tersebut? Yaitu, Janganlah kalian memiliki Tuhan yang lain…Maka apakah Injil telah menyebutkan bahwa tiada Tuhan lain bagi anda selain Yesus? Dia berkata bahwa,”Tidak ada Tuhan lain bagimu…” akan tetapi anda sekalian mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan! Tuhan Bapak adalah Tuhan, jadi anda sekalian memiliki Tuhan yang lain…lantas mengapa anda sekalian tidak mengikuti wasiat pertama dari kesepuluh wasiat tersebut?!!
Anda mengatakan bahwa Yesus adalah anak Tuhan…, maka saya katakan kepada anda, ambillah sebuah contoh bahwa anda memiliki seorang putra. Lalu ada banyak orang ingin membunuh putra anda, maka apakah yang akan anda lakukan? Apakah anda akan biarkan mereka membunuh putra anda? Dengan yakin, bahwasanya ini adalah mustahil (ket tambahan dari Desi: maksudnya tidak mungkin anda akan membiarkan orang banyak membunuh putra anda)….Jadi mengapa Tuhan membiarkan orang-orang Yahudi membunuh putra-Nya?!
Anda mengatakan bahwa Yesus adalah anak Tuhan, dan bahwa Tuhan telah mati selama tiga hari….Maka kami bertanya kepada anda, siapakah yang mengatur alam ini selama tiga hari tersebut?! Saya kira, kita tidak akan pernah mendengar satu jawabanpun.
Anda mengatakan bahwa Yesus adalah anak Tuhan padahal ia punya ibu dan tak punya bapak, sementara Adam tak punya ibu dan bapak. Lalu mengapa anda tidak mengatakan bahwa Adam adalah anak Tuhan?! Maka siapakah yang lebih berhak menjadi anak Tuhan dengan membandingkan kedua hal di atas?!
Saya bertanya kepada anda, apakah Yesus itu anak Tuhan satu-satunya? Saya yakin bahwa anda akan menjawab YA, sebagaimana kondisi sebagian besar orang-orang Nasrani. Akan tetapi hakikatnya bahwa Tuhan itu memiliki sejumlah anak menurut Injil.
Disebutkan dalam Kejadian (6/2) : Bahwasanya anak-anak Allah melihat manusia….Disebutkan dalam Keluaran (4/22) : Demikianlah yang dikatakan Tuhan, Israil adalah putra sulungku…Disebutkan dalam Lukas (20/36) : Jadi, mereka tidak bisa mati juga dikarenakan mereka seperti malaikat, dan mereka adalah anak-anak Allah…Maka, setelah ini apakah anda akan berkeyakinan bahwa Yesus adalah putra satu-satunya?
Pergilah ke gereja atau tempat mana saja yang anda suka, atau ke seorang ahli agama nasrani di dunia, kemudian tanyailah dia dengan pertanyaan ini: Apakah Yesus pernah berkata dalam Injil, Sembahlah aku? Apakah Yesus berkata, Aku adalah Tuhan? Percayalah kepada aku, anda TIDAK AKAN MENEMUKAN orang yang bisa menjawabnya dengan jawaban YA.
Kuulangi pertanyaannya, Apakah Yesus pernah berkata, Sembahlah aku? Apakah Yesus pernah berkata, aku adalah anak Tuhan? TIDAK…Dia tidak akan pernah mengatakannya. Karena dia adalah seorang Nabi (Rasul) dan bukan anak Tuhan. Disebutkan dalam Lukas (11/2): Maka berkatalah kepada mereka, kapan saja kalian shalat, maka ucapkanlah Bapak kami…lalu mengapa tidak mengatakan kapan saja kalian shalat, maka ucapkanlah Bapak kami dan Yesus?!
Sesungguhnya Allah, Tuhan kita telah menciptakan kita, dan telh mengabarkan dalam Al-Qur’an yang mulia bahwa Dia telah menciptakan kita agar kita beribadah kepada-Nya. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan sipaya mereka mengabdi (beribadah) kepadaKu (Surat Adz Dzariyat: 56). Akan tetapi Yesus tidak pernah mengatakan ayat seperti ini dalam kitab suci, jadi mengapa anda sekalian menyembahnya??!
Bahkan Yesus berkata dalam Yohannes (17/3) : Inilah hidup kekal jika mereka mengetahui Engkau adalah satu-satunya Tuhan yang hakiki, sementara Yesus adalah Al Masih yang kuutus..Perhatikanlah, dia tidak mengatakan : Kami adalah dua Than yang sesungguhnya..maka dia mengabarkan bahwa dia bukan Tuhan, dan terdapat Tuhan lain di sana, dan inilah yang diimani kaum muslimin. Kemudian, perhatikanlah ucapannya : Yesus adalah Al Masih yang kuutus. Maka ini adalah sebuah dalil bahwa Allahlah yang mengutus para nabi, dan diantara mereka adalah Yesus.
Kami, kaum muslimin mengimani bahwa Yesus adalah seorang Nabi, bukan anak Tuhan. Tidak sah keimanan kami, kaum muslimin tanpa iman dengan Yesus sebagai seorang nabi dari sekian para nabi. Dia bukan Tuhan, karena tidak ada sesembahan yang haq kecuali ALLAH yang wajib bagi kita untuk menyembahnya, bukannya menyembah seorang manusia yang tidak mampu hidup tanpa pertolongan. Disebutkan Yahonna (5/30) : Aku tidak kuasa untuk melakukan sesuatu dari diriku sendiri.
Terakhir, tidakkah anda setuju dengan saya, bahwa banyak para pendeta yang lebih pintar dari anda dan lebih pandai Injil dari seluruh orang-orang Nasrani, mayoritas telah memeluk Islam ?! Sebaliknya, anda tidak akan pernah menemui satu saja dari ulama Islam yang memeluk agama Nasrani atau agama lain mana saja?! Tidakkah poin ini mengajak anda untuk merenungkan dan memikirkannya?
Demikianlah, kita membahas satu poin penting dalam agama anda sekalian sesuai dengan permintaan anda. Maka setelah ini, apakah anda akan mengatakan bahwa agama Nasrani adalah agama yang benar yang diinginkan oleh Allah untuk diikuti umat manusia?! Jawabannya terserah anda, andalah yang menentukan diri anda sendiri.
………………..
(Sumber: Majalah Qiblati, Edisi 05, tahun V, 02-1431H/02-2010)
Baca juga nih pengakuan seorang mantan gembala, bagus…


mempelajari agamanya masih kurang bung…tambah
daftar agama dimuka bumi
1. Alluk Todolo
2. Baha’i
3. Buddha
4. Druze
5. Hindu
6. Zoroastrianisme
7. Jainisme
8. Kaharingan
9. Katolik
10. Kejawen
11. Konfusianisme
12. Kristen Ortodoks
13. Marapu
14. Mormonisme
15. Parmalim
16. Protestan
17. Raelianisme
18. Saintologi
19. Shinto
20. Sikh
21. Taoisme
22. Tollotang
23. Yahudi
24. Zoroastrianisme
(tak jamin anda bimbang seumur hidup)
(anda belajar sesuatu yang Berhubungan sama TUHAN trs ga tau jawabanya)
BENER BENER percaya sama ALLAH anda..?tanya aja pasti diberi jawaban. Surga dan Neraka manusia
yang masih hidup belum ada yang tau..walaupun tiap detiknya baca kitab suci apapun itu…jadi ga usah permasalahkan kitab/prinsip yang sudah ada.
terpenting :
TUHAN lebih senang kita bisa hidup damai….ketimbang permasalahan ajaran2 yang sudah ada.
Maaf saya Nyonya, bukan Bung ^^ ralat dikit ya…
Yang mempermasalahkan kan bukan saya to Mas: yang mempermasalahkan adalah temen anda di atas yang memiliki pemahaman yang kurang tepat terhadap Islam. Syekh Mamduh hanya berusaha meluruskan kesalahan tersebut dan sekaligus menunjukkan penyimpangan ajaran Nasrani.
Anda mau menerima penjelasan Syekh Mamduh atau tidak, itu terserah anda…kami hanya menyampaikan kebenaran saja.
“Kebenaran itu datangnya dari Allah dan janganlah kamu termasuk orang yang meragu”
Namun meski demikian, kami tidak memaksa: Bagiku agamaku dan bagimu agamamu…
Betul, Tuhan lebih senang kita bisa hidup damai, yuk atuh berdamai…lagipula saya nggak ngajak perang kok. Tetangga saya yang nasrani juga baik-baik saja tuh berdekatan rumah dengan saya^^
Aku malah kasihan melihat pola pikir nyonya..mencela prinsip orang lain..dengan bemper orang lain (nyonya tmasuk mencela terencana)
liat biografi nabi anda :
JUMLAH ISTRI NABI MUHAMMAD DAN RAHASIA DIBALIK KEMATIAN MUHAMMAD
JUMLAH ISTRI NABI MUHAMMAD
1. Khadijah bt. Khuwaylid
2. Sawdah bt. Jamah
3. Aisha bt. Abu Bakr – dijodohkan umur 6, dinikahi umur 9 tahun ketika Muhammad sudah berumur diatas 40 tahun. (itu klo nyonya punya anak 9 tahun di nikahi laki2 umur 40 thn boleh ga?)
4. Hafsah bt. Umar
5. Umm Salamh
6. Juwariyyah
7. Umm Habiba bt. Abi Sufyan
8. Zaynab bt. Jahsh – masih sepupu Muhammad. Dinikahi setelah terlebih dulu dikawinkan dengan anak angkat Muhammad dan cerai.
9. Safiyyah bt. Huyayy
10. Maymunah bt. Al-Harith
11. Al-Shama bt. Amr al-Ghifariyah – diceraikan karena meragukan kenabian Muhammad
12. Ghaziyah bt. Jabir – dianggap terlalu tua dan tidak mau seks, akhirnya diceraikan.
13. Asma bt. Al-Numan – menderita kusta, diceraikan dan diberi uang ganti rugi
14. Zaynab bt. Khuzaymah
15. Al-Aliyaah bt. Zabyan – diceraikan
16. Fatimah bt. Shurayh
17. Kawlah bt. Hudhayl
18. Layla bt. Al-Khatim – minta cerai dan dikabulkan
Dilamar Muhammad tapi tidak jadi kawin:
- Umm Hani bt. Abi Talid – krn punya anak kecil
- Dubbah bt. Amir – terlalu tua
- Safiyyah bt. Bashamah – tawanan perang
- Umm Habiba bt. Al-Abbas – yatim piatu
- Jamrah bt. Al-Harith – krn berpenyakit kusta
- Khawlah bt. Hakim
- Amamah bt. Hamzah
Seks diluar nikah
- Mariyah bt. Shamun – budak/PRT-nya Hafsah. Waktu digauli kepergok oleh Hafsah.
- Rayhanah bt. Zayd al-Quraziyah
Pernikahan tanpa seks
- Mulaykah bt. Kab al-Laythi – diceraikan
- Sana bt. Asma – Sana keburu meninggal
- Amrah bt. Yazid
- Qutaylah bt. Qays – Muhammad keburu meninggal
materi referensi:
http://forum.kotasantri.com/viewtopic.php?t=974&sid=320c5ed3190c082a0320004d9544e51a
RAHASIA DIBALIK KEMATIAN
cari Rahasia Dibalik Kematian Muhammad
Silahkan baca tulisan2 saya sebelumnya. Nabi Muhammad mati terbunuh dalam sebuah kudeta oleh musuh2nya yang katanya telah menjadi sahabat2nya. Semua Hadist2 AlQuran mengakui bahwa 2 minggu sebelum Muhammad mati sakit, dia diracun, tapi katanya tidak mati. Yang benar adalah memang Muhammad berhasil diracun, namun karena badannya kuat,
dia tidak mati dalam keadaan sakit berat dia menyusul Abu Bakar yang memimpin sembahyang Jum’at di mesjid untuk melarang pengikut2nya mengangkat Abu Bakar sebagai Imam dalam shalat Jum’at tsb. Pertumpahan darah terjadi dalam Mesjid, setelah kejadian ini, Muhammad dinyatakan meninggal karena sakit dan terjadi pemberontakan yang berhasil dibunuh semua oleh Abu Bakar yang kemudian mengangkat dirinya jadi Caliph pertama.
Abu Bakar mengangkat dirinya jadi kaliph atas dasar pernyataannya bahwa anaknya Aisyah adalah Isteri Muhammad. Dizaman dulu seorang pengganti selalu harus berasal dari hubungan darah, karena anaknya dan
menantunya sedang di Persia, dengan demikian Abu Bakar bebas mengatur siasat.
Agar pengaruh nabi Muhammad bisa dikurangi, maka dilarang semua gambar2 Muhammad yang dulunya juga sudah banyak disekitar Kabah. Setelah Abu Bakar menjadi Kaliph, semua gambar2 tsb dilarangnya.
Anak dan menantu nabi Muhammad selamat di Persia, namun juga akhirnya mati dibunuh turun temurun oleh para keturunan pengikut Abu Bakar. Abu Bakar sendiri akhirnya mati terbunuh hanya 3 bulan dia naik jadi
kaliph. Namun beberapa hadist menyatakan dia menjadi kaliph sampai 2 tahun.
Gambar2, buku2 dan tulisan2 nabi Muhammad disimpan oleh anak, menantu, hingga cucu2 nabi Muhammad termasuk ajaran2 Muhammad. Namun terjadinya penyerangan, pembumi hangusan serta genocide yang dilakukan oleh Genghiz Khan ke Persia, semua catatan2 habis terbakar, ajaran2 Muhammad hilang, dan keturunan Abu Bakar mengambil kesempatan untuk menguasai semua dongeng2 nabi Muhammad seperti yang kita dengar sekarang ini.
Syiah menyatakan diri sebagai penerus Islam nabi Muhammad, namun mereka sebenarnya tidak punya ideology yang diturunkan Muhammad sehingga mengadopsi sebagian AlQuran yang dikeluarkan oleh keturunan Abu Bakar. Demikianlah Syiah dari Persia keturunan nabi Muhammad bermusuhan dengan Sunny yang merupakan gabungan konspirasi Abu Bakar, Umar, dll. Baik syiah dan Sunny sekarang inipun sudah ter-pecah2 menjadi ratusan dan ribuan aliran2 yang juga saling bermusuhan.
Contohnya saja aliran Sunny Kurdi dan Sunny Baath di Irak saling bunuh meskipun sama2 sunny, hal yang sama terjadi juga dengan Syiah.
Masalah gambar2 Muhammad banyak ditemukan di Persia, meskipun dilarang oleh Sunny, banyak aliran2 Syiah yang menyimpan maupun melukisnya. Hanya musuh2 Muhammad yang melarangnya karena tidak ingin Muhammad dikultus individukan sehingga bisa menjadi fanatisme yang sukar dihadapi oleh mereka suatu ketika dimasa akan datang.
Muhammad dilamar oleh Khadijah, dan juga khadijah memberi mas kawin kepada Muhammad, system perkawinan Muhammad dengan Khadijah membuktikan bahwa system kekeluargaan Matrimonial yang banyak dianut oleh kerajaan2 di Arab zaman dulu kala, contohnya saja ratu Cleopatra, ratu Sheba, dan masih banyak ratu2 yang berkuasa di Arab dulunya. Suku Arab banyak sekali dan ber-beda2. Namun ajaran Islam yang kita kenal sekarang terbalik, mereka menganut patrimonial. Namun jangan
lupa, suku Minang di Indonesia adalah penganut Matrimonial yang kemudian kerajaan terakhirnya yaitu pagar Ruyung dihancurkan oleh 3 paderi dari Arab yang terus mencari semua keturunan nabi Muhammad diseluruh dunia. Kerajaan Pagar Ruyung inilah yang diduga salah satu keturunan darah dari Muhammad yang berhasil selamat dari pembunuhan2
keturunan sang nabi. Kehancuran kerajaan Pagar Ruyung di Minangkabau mengakhiri Islam yang Matrimonial dan sekarang berganti menjadi Islam yang Patrimonial.
Paman Khadijah adalah Waraqa yang adalah Rabbi Yahudi, dalam Hadist2 banyak dikatakan sebagai beragama Kristen, namun berdasarkan sejarah diyakini bahwa diwilayah sekitar Mekah memang tidak pernah ada gereja Kristen ataupun umat Kristen yang pernah menempati wilayah tsb. Artinya Khadijah sendiri memiliki darah Yahudi karena pamannya adalah
Rabbi Yahudi. Hal ini memperkuat bukti2 bahwa AlQuran sekarang bukanlah ajaran Muhammad. Ali menikah dengan Fatima juga secara matrimonial dimana keluarga Fatima memberinya mahar berupa rumah yang kemudian disita oleh Abu Bakar setelah berhasil membunuh nabi Muhammad. Adanya perbedaan pendapat yang besar antara Sunny dan Syiah. Menurut Sunny, Khadijah adalah janda, dilain pihak Syiah menganggapnya perawan. Berdasarkan pendapat Sunny, nabi Muhammad
mempunyai 7 orang anak, sedangkan menurut Syiah Nabi Muhammad hanya punya satu anak yaitu Fatima. Syiah menyatakan Muhammad menikahi Khadijai sewaktu dia berusia 26 tahun dan Khadijah sudah 40 tahun, sehingga kecil kemungkinan Khadijah bisa hamil dalam umur setua itu. Yang oleh Sunny diakui sebagai anak2 khadijah sesungguhnya bukanlah anaknya melainkan kemenakan Kahdijah yaitu kakak wanita khadijah yang meninggal dimana anak2nya kemudian dipelihara oleh Khadijah sehingga dia dianggap sebagai janda oleh Sunny. Dari perbedaan pendapat antara Sunny dan Syiah, cenderung pendapat Syiah lebih banyak masuk akalnya katimbang Sunny.
Namun jumlah penganut Sunny didunia memang terbanyak, Islam diseluruh dunia didominasi oleh Sunny bukan karena mereka menyebar keseluruh dunia melalui peperangan, karena yang mampu berperang sesungguhnya adalah keturunan Muhammad yang kita kenal sebagai aliran Syiah. Kalo saja, Persia dulu tidak dibumi hangus dan mengalami genocide oleh Jenghiz Khan, bisa dipastikan bahwa umat Islam didunia pasti didominasi oleh kaum Syiah ini. JenghizKhan memang mengubah perjalanan sejarah Islam, semua catatan2 aseli Muhammad yang disimpan oleh keturunan2nya di Persia musnah dibakar dan dihancurkan oleh JenghizKhan dan semua rakyat kerajaan islam di Persia musnah hingga beberapa ratus tahun. Itulah sebabnya, akhirnya pengaruh Sunny memasuki timur tengah baik ke Persia (Iran), Babilonia (Irak), Syria, Libanon dlsb.
Demikianlah ringkasan sejarah yang lebih mendekati kebenaran berdasarkan bukti2 sejarah yang bisa ditemukan bai di Iran, Irak, Cheznia, hingga ke Turki. AlQuran yang kita kenal sekarang berasal tulisan yang ditulis pada abad ke 10 yaitu 300 tahun setelah wafatnya nabi Muhammad.
Tidak ada bukti2 yang menyokong bahwa Muhammad menikahi banyak isteri2 pada waktu umur 55 tahun setelah wafatnya Khadijah. Lucunya, kebanyakan isteri2 itu merupakan anak2 wanita yang ayahnya bekas musuh nabi yang kemudian katanya menjadi sahabatnya, satu diantaranya adalah Aisyah yang melegitimasi Abu Bakar menjadi kaliph pengganti nabi Muhammad. Naiknya Abu Bakar ini ditentang Ali yang adalah menantu nabi Muhammad sendiri, tapi Ali akhirnya dibunuh oleh Aisyah. Jadi
berdasarkan referensi2, Muhammad hanya dalam kurun waktu 5 tahun yaitu waktu berumur 55-60 tahun telah menikahi puluhan isteri2 yang kesemuanya adalah wanita2 yang memiliki hubungan darah dengan bekas musuh2 nabi Muhammad. Berdasarkan klaim dari Syiah, Abu Bakar pernah meminang untuk menikahi Aisyah, namun pinangan itu ditolak oleh nabi
Muhammad dan hal inilah yang menimbulkan dendam Abu Bakar sehingga bersekongkol dengan Umar yang bekas musuh Muhammad itu untuk melakukan kudeta berdarah dihari Jum’at.
Yang lebih aneh adalah, perhitungan kalendar Islam dimulai waktu hijrah nabi ke Madinah yaitu sewaktu umur Muhammad sudah 55 tahun lebih, padahal seharusnya Islam itu turun pada waktu pertama kali menerima wahyu dari jibril pada waktu Muhammad masih berumur 34 tahun.
Dizaman hidupnya nabi Muhammad, arah shalat adalah menghadap ke Yerusalem, namun setelah Muhammad mati, maka arah shalat diubah menuju kabah. Namun pengikut2 Sunny menyatakan bahwa perubahan arah ini dilakukan oleh Muhammad.
Kesimpulannya, agama Islam sekarang bukanlah ajaran2 Muhammad karena sangat bertolak belakang dari teladan yang ada pada Muhammad. Gambar2 tentang kehidupan Muhammad masih bisa ditemukan dibeberapa lokasi
museum2 di Timur Tengah seperti yang anda katakan itu. Dari seluruh urut2an yang saya kemukakan diatas, satu kesimpulan yang paling penting yang bisa anda camkan, yaitu Islam tidak pernah bisa menyatu dan mereka akan terus saling berbunuhan karena memang awalnya dimulai dari dendam pembunuhan ini juga. Muhammad pribadi hampir tidak mungkin membenci orang2 Yahudi, pertama karena isterinya seorang pengusaha yang berdagang dengan orang2 Yahudi karena orang2 Arab waktu
itu tidak ada pengusahanya mereka hanyalah orang2 upahan untuk deliveri saya. Anehnya, di Alquran dan hadist2nya bisa disimpulkan bahwa Muhammad hidup dari merampoki orang2 Yahudi yang lewat. Hal yang kedua, Abu Mutalib ayah Ali yang juga paman Muhammad, sehingga akhir hidupnya tetap sebagai penyembah berhala dan dia menolak masuk Islam. Bagaimana Mungkin paman yang dicintai oleh Muhammad bisa menghasilkan ajaran AlQuran sekarang dimana dikatakan bahwa orang2
penyembah berhala halal ditumpahkan darahnya???? Hal ketiga yang penting adalah, bahwa ternyata ada aliran Islam yang sebetulnya sangat besar yang namanya aliran “Fatimid” yang mengagungkan Fatimah anak kandung nabi Muhammad yang wanita. Aliran ini sudah jelas menjunjung nilai2 Matrimonial, namun aliran ini sekarang malah hampir musnah baik
diperangi oleh pihak sunni maupun oleh pertikain internal mereka sendiri. Ada yang menganggap bahwa aliran Fatimid ini merupakan pecahan Syiah, tapi tidak kecil kemungkinannya bahwa aliran Syiah inilah yang merupakan pecahan internal dari aliran Fatimid.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
Lucu, anda bicara Islam tapi dengan dasar-dasar yang tidak ilmiah dan tidak dapat dipertanggung jawabkan. Appa yang anda tulis dia atas memiliki banyak penyimpangan sejarah, ditulis oleh orang yang sangat tidak bertanggung jawab. Pelajarilah Islam dari sumber yang benar…anda pikir saya percaya dan terprovokasi tulisan anda?? Sama sekali tidak Bung!
Terserah anda hendak menuduh saya apa, sesuka anda. Yang pasti saya hanya menyampaikan kebenaran saja. Terserah apapun apa kata anda, Islam tidak akan menjadi “jatuh” dengan tuduhan palsu dari siapapun. Islam akan selalu tinggi dan mulia…saya juga tidak ingin berdebat kusir dengan anda terus menerus, kalau anda tidak percaya ya sudah, terserah anda sebagaimana yang sudah saya katakan.
Nabi tidak pernah memiliki istri sebanyak yang anda sebutkan. Yang benar, istri Nabi adalah 12 termasuk di dalamnya Mariah yang dulunya adalah seorang budak yang kemudian melahirkan putra beliau: Ibrahim.
Coba anda buka Alkitab anda.
Di sana disebutkan bahwa wanita (istri dan gundik) Nabi Sulaiman sejumlah 1000 orang.
Lihat dalam Raja-Raja (11: 2,3): “…..Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. Ia mempunyai tujuh ratus istri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik….”
Lihat dalam Tawarikh: “Rehabeam mencintai Maakha, anak Absalom itu, lebih daripada semua istri dan gundiknya, ia mengambil delapan belas istri dan emam puluh gundik dan memperanakkan duapuluh delapan anak laki-laki dan enampuluh anak perempuan”.
Anda mencela poligami Nabi Muhammad, sedangkan Alkitab anda menyebutkan poligami nabi-nabi besar dan menganggapnya sebagai perkara biasa dan wajar, meski istrinya mencapai seribu orang!
Seandainya prioritas beliau adalah wanita dan menikmati mereka, maka pastilah beliau telah melakukannya pada usia muda beliau, di mana tidak ada beban kerasulan, tidak berat, tidak lemah karena usia tua, bahkan itu adalah masa kuatnya anak muda. Hanya saja saat kita melihat kepada kehidupan beliau di usia muda, kita menemukan bahwa beliau hidup membujang dari semua itu, hingga beliau rela menikah dengan wanita tua Khadijah radhiallahu ‘anha yang telah berusia 40 tahun sementara kala itu beliau berusia 25 tahun. Dan beliau terus merasa cukup dengan menyertai Khadijah hingga sang istri wafat dalam usia 65 tahun.
Seandainya beliau suka menikah dengan yang lain maka tidak ada yang menghalangi beliau secara syar’i, terutama lagi bahwa poligami adalah sesuatu yang diangggap biasa oleh masyarakat jahiliyah, akan tetapi beliau rela hidup bersama Khadijah hingga sang istri wafat.
Lalu, pada saat beliau ingin menikah setelah wafatnya Khadijah, beliau menikah dengan Saudah untuk menghibur hati dan kesepiannya. Kala itu Saudah sudah berusia lanjut yang tidak mungkin lagi bagi seorang laki-laki menginginkan apa yang ada padanya. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memiliki tujuan kemanusiaan, kemasyarakatan dan tujuan semacamnya dalam pernikahan beliau.
Seandainya tujuan dari pernikahan tersebut adalah berjalan di balik syahwat, atau bersama dengan nafsu birahi , maka pastilah beliau telah menikah pada usia muda tidak pada usia tua. Pastilah beliau akan menikahi para gadis bukan para janda tua.
Nabi tidak berpoligami kecuali setelah beliau tua, yaitu saat beliau telah melewati usia 50 tahun. Dan pada saat beliau berpoligami, maka seluruh istri beliau adalah janda kecuali Aisyah radhiallahu anha yang perawan. Dialah satu-satunya wanita yang dinikahi Nabi dalam usia anak-anak. Yang kemudian Aisyah hidup selama 50 tahun sepeninggal beliau dengan mengajarkan perkara agama kepada kaum muslimin. Itulah hikmah dari Allah, dimana Rasulullah menikahinya di usia dini untuk memudahkannya dalam menghafal dan memahami Islam. (Dinukil dari Jawaban Syaikh Mamduh Farhan al Buhairi di Majalah Qiblati Edisi 7 Tahun V, April 2010)
Tentang rahasia dibalik kematian: jelas banyak ngawurnya, siapapun yang menulisnya perlu dihadapkan kepada para ulama sunnah untuk dimintai pertanggung jawaban atas keshahihan tulisan tersebut sebelum dimintai pertanggungjawaban oleh Allah ta’ala. Silahkan anda layangkan tulisan tersebut ke ustadz saya di http://www.qiblati.com untuk mendapatkan jawaban terbaik!
Dari nukilan saudara itu jelas lemah sekali dasar pemikirannya. Hanya dikatakan menurut Qur’an dan hadist….begitu saja tanpa menunjukkan mana ayatnya, mana suratnya? Tandanya anda sendiri tidak bisa membuktikan apa yang anda nukil/tulis. Dan pernyataan yang tidak memiliki dasar/pijakan yang kuat/shahih, maka berhak untuk ditolak dan masuk keranjang sampah!
Tentang syiah…anda perlu tahu, syiah bukanlah bagian dari Islam karena aqidah syiah sangat bertentangan dengan Islam. Kitabnya bukan Al-Qur’an, nabinyapun bukan Muhammad. Silahkan perdalam di http://www.gensyiah.com. Meski mereka mengaku muslim, namun apa yang ada pada diri mereka jauh berbeda dengan yang ada pada muslim seharusnya.
Islam juga tidak mengenal sekte sebagaimana agama anda. Islam itu satu seperti yang dicontohkan Rasulullah, para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in dan yang mengaku-ngaku Islam namun pemahamannya jauh dari kebenaran Islam maka ia dikatakan menyimpang.
Sekarang saya tantang anda juga: Berikan saya bukti dalam Bibel anda tentang pembelaan bibel terhadap tuduhan bahwa Maria telah berzina dan melahirkan Yesus yang dianggap sebagai anak zina. Berikan saya ayat berapa? Tunjukkan kepada saya juga dimana ayat2 dalam bibel yang mengharamkan nabinya/orang-orang sucinya berzina?
Pak, Bu…pada kemana nih komentarnya, saya tunggu lho penjelasan anda
Oya maaf kalau pas anda koment dan saya akan baru menanggapi lama karena musti sambang desa, niliki orang tua saya dulu…
Semoga anda menemukan jalan kebenaran sesungguhnya, bukan sekedar berdebat yang tak tentu ujung arah dan niatnya
Tulisan Syaikh Mamduh Farhan Al Buhairi memberikan pencerahan diri kepada saya untuk semakin berpegang teguh pada Agama Islam yang saya anut sejak saya lahir. Mudah2an saya bisa istiqomah. Amin
Alhamdulillah.
semoga saya selalu berpegang teguh pada islam dan kebenarannya sampai ajal saya tiba…amin
maaf ya..Nasrani dengan Islam itu yang jelas Berbeda…jika anda membanding bandingkan apa yang ada di Al-Quran dengan Alkitab….dengan kata lain anda ingin “menyama-nyamakan” INasrani dan Islam.
bila hidup tak mau mencari ilmu dan pengetahuan alangkah miskin hidup ini , bila hidup jadi pencela apa yakin kita jadi selamat. kita harus terus mempelajari agama yang kita yakini karena hanya untuk kita cari selamat, yang awam boleh jadi berdebat tapi harus cari manfaat . bukankah kita buka yang sempurna ? besusahalah untuk menyempurnakan , bukan mencari kemenangan dalam perdebatan yang penuh amarah, ego, logika yang berdasarkan pemahaman nafsu.
I love allah 4_ever….bukti lagi klo islam emang bnr:klo ada yg kesurupan juga kita pasti panggil orang yg bisa nanganinnya juga orang islam kebanyakan malah kyai lalu di bacain doa doa islam.klo islam emang gak benr pasti setan setan gak akan tkt klo kita bacain doa….mna ada yg kesurupan di panggilnya pendeta…
alhamdulilah sis.. saya berminat dgn penulisan sis..
jika boleh tulis sejarah nasrani dan yahudi.. :)
Maaf nyonya desi. Mas DEWA sedang konser. jadi tidak bisa jawab.
biasalah………… kalau tidak bisa argumen kabur ngamen
Kalau orang Kristen tak percaya kepada agama Islam tak masalah. Nanti setelah kiamat kita akan mengetahui agama siapa yang paling benar. Agama Islam tak akan memaksakan seseorang untuk mempercainya. Untukmu agamau, untukku agamaku.
nasrani (nashoro) adalah agama langit,yg disebutkan dalam alqur”an,tapi agama kristen adalah agama bumi yang dibuat oleh paulus si yahudi,yg mana kitab injilnya berdasarkan pemikiran paulus.cerita DEWA yg tukang ngamen diatas seperti itulah paulus membuat injil tanpa dasar dalil dan sanad akhirnya kitab injil banyak kontradiksi antara ayat dengan ayat.Al-Quran terjamin keasliannya,karena banyak yang hapal oleh umatnya.kalau injil seorang pendetapun tidak bisa menghapal satu kitabnya.
Agama Nasrani diturunkan Allah kepada Nabi Isa ‘alaihissalam sebelum masa di utus nya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Al-Qur’an menetap kan bahwa Isa bin Maryam ‘alaihissalam adalah seorang Nabi dan Rosul yang di utus pada umat sebelumnya dengan membawa kebenaran.
Biara dan kuil termasuk bagian dari perjalanan agama Nasrani . Bangunan ini sekarang digunakan panganut ajaran Nasrani untuk menjauhkan diri dari khalayak, meninggalkan segala kenikmatan dunia, tidak beristri atau bersuami dan sebagainya. Namun bagaimanakah aqidah orang-orang di dalamnya? Benarkah ini bagian dari ajaran Taurat dan Injil? Semoga kisah berikut dapat menjawabnya. Wallahu’alam
Alkisah
Imam an-Nasa’i meriwayatkan sebuah kisah dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya beliau mengatakan :
Setelah Isa bin Maryam ‘alaihissalam diangkat, para raja mengubah-ubah Taurat dan Injil. Namun demikian, masih ada sebagian orang-orang yang beriman yang membaca kitab Taurat (asli). Lalu (orang-orang yang menyimpang) berkata kepada raja-raja mereka itu: “Kami tidak menjumpai suatu celaan yang menghinakan daripada celaan mereka (orang-orang yang beriman kepada taurat) terhadap kami, karena mereka selalu membaca ayat:
“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yag kafir.” [2]
Dengan ayat-ayat yang mereka baca tersebut mereka menghina kami sebab perbuatan-perbuatan yang kami lakukan. (sebab itu) panggillah mereka dan perintahkan kepada mereka untuk membaca (Taurat) seperti yang kami baca dan mengimani sebagaimana yang kami imani.
Kemudian para raja memanggil mereka (orang-orang yang beriman dengan taurat) dan mengumpulkan mereka serta mengancam akan membunuh mereka semua, kecuali kalau mereka mau meninggalkan pembacaan kitab Taurat dan Injil serta beralih pada kitab yang telah mereka ubah.
Lalu mereka (orang-orang yang beriman) berkata: “Apa yang kalian inginkan dari hal itu? Biarkanlah kami (tetap hidup, Red).”
Sebagian yang lain berkata: “Bangunkanlah untuk kami sebuah menara yang tinggi dan biarkanlah kami tinggal menyendiri di sana, lalu berilah kami tangga yang dapat membawa makanan dan minuman untuk kami, dan kami tidak akan mengganggu urusan kalian.”
Sebagian yang lain berkata: “Biarkanlah kami berpetualang di muka bumi ini. Kami akan makan dan minum seperti halnya makan dan minumnya binatang buas. Apabila kalian masih menjumpai kami berada di kawasan kalian, bunuhlah kami.”
Sebagian lain mengatakan: “Bangunkan untuk kami sebuah biara di tempat terpencil, yang (ditempat itu) kami akan menggali sumur, menanam sayuran, dan kami tidak akan ikut campur urusan kalian.”
Maka setelah itu setiap kabilah (kelompok orang beriman) memiliki keturunan dan kaum tersendiri. Dan atas merekalah turun ayat Allah subahanahu wa ta’ala:
“…. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyah (kerahiban) padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhioan Allah, lalu mereka tidak memelharanya dengan pemeliharaan yang semestinya…”[3]
Sehingga (setelah zaman berganti) manusia berkata: “Kami akan (mencontoh cara) beribadah sebagaimana ibadahnya si fulan, dan kami akan mengembara sebagaimana mengembaranya si fulan, dan kami juga akan membangun biara sebagaimana si fulan.” Padahal mereka ketika itu berada pada kesyirikan. Meraka tidak mengetahui keimanan orang-orang terdahulu yang mereka ikuti tersebut.
Tatkala Allah subhanahu wa ta’ala megutus nabi-Nya yang mulia (Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam) tidaklah tersisa dari golongan mereka (orang-orang yang beriman kepada Taurat dan Injil) kecuali sedikit. Turunlah seorang laki-laki dari menara tempat ibadahnya, dan datanglah seorang laki-laki dari pengembaraannya, serta keluarlah pemilik biara dari biaranya lalu mereka beriman dengan diutusnya Nabi Muhamad shalallahu ‘alaihi wasallam dan membenarkan beliau. Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian…” [4]
Dua pahala disebabkan keimanan mereka kepada Isa bin Maryam ‘alaihissalam, kepada Taurat dan Injil, dan keimanan mereka kepada Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam serta membenarkan beliau.
“…. Dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan…” [5]
Dan mengikuti Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.
“(Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli kitab mengetahui….”[6]
Dan akhirnya mereka dapat mencontoh kalian.
“… Bahwa mereka tiada medapat sedikit un akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad)…” [7]
Kisah di atas diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dalam sunan-Nya: 8/231, bersumber dari sahabat Ibnu Abbas radhiyalahu’anhuma secara mauquf. Al-albani berkata tentang riwayat ini: “shohihul isnad mauquf.” (shohih Sunan an-Nasa’i:3/438 no. 5415)
Ibroh
Allah subhanahu wa ta’aala mewakil kan penjagaan keotentikan Taurat dan Injil pada ulama-ulama Bani Israil. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;
“… oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka ,disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah…” (QS. Al-Ma’idah [5]:44)
Namun, mereka mengubah Kitab Allah subhanahu wa ta’ala tersebut karena mengkuti hawa nafsunya atau karena menuruti kemauan penguasa, dengan kerelaan hati atau karena paksaan dan ancaman dari para penguasa kufur, Namun Allah subhanahu wa ta’ala akan senantiasa menjaga kesucian dan kemurnian al-Qur’an dari perubahan karena Allah subhanahu wa ta’ala telah berjanji bahwa Dia-lah sendiri yang akan selalu menjaganya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr {15}:9)
Perubahan-perubahan tersebut terjadi pasca diangkatnya Nabiyulloh Isa ’alaihissalam. Kitab Taurat dan Injil pada zaman nabi Isa ’alaihissalam selamat dari perubahan-perubahan dan penyimpangan-penyimpangan. Namun demikian, tidak semua nuskhoh (naskah)Taurot dan Injil dapat dirusak dan diubah pada zaman tersebut. Ada beberapa naskah yang berada ditangan-tangan ulama-ulama dan pendeta-pendeta mereka yang masih asli seperti ketika pertama kali diturunkan dan selamat dari perubahan. Sebagian Bani Israil pun mengetahui beberapa Kitab Taurat dan Injil yang masih asli tersebut. Mereka membacanya dan berpaling dari kitabTaurat dan Injil yang telah diubah.
Sehingga isi kitab Taurat dan Injil asli yang dibaca oleh orang-orang yang berpegang teguh pada kebenaran menyinggung hati orang-orang yang berpaling dari kebenaran. Kitab Taurat yang masih murni selalu mewajibkan mereka untuk berhukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan mengancam orang-orang yang enggan berhukum dengan hukum Allah subhanahu wa ta’ala dengan kekufuran dan kezaliman. Dalam hal ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Sesunguhnya kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu, janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Ma’idah [5]:44)
Mereka memperingatkan orang-orang yang tidak berhukum dengan kitab Taurat yang murni dengan kefasikan.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil,memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 47)
Maka nash-nash semacam ini yang terdapat dalam Taurat dan Injil yang asli sangat menyakitkan hati orang-orang yang menyimpang dan mengubah keotentikan kitab Taurat dan Injil karena mereka merasa terancam dengan hukum kufur, zalim dan fasik. Terlebih lagi, amalan-amalan keseharian mereka menyimpang dari Taurat dan Injil.
Dengan dukungan para penguasa, mereka mengancam akan membunuh siapa saja yang mempertahankan keimanan dan menyelisihi keimanan para penguasa dan orang-orang yang tersesat.
Menghadapi ancaman ini, orang-orang beriman mengajukan usulan untuk dapat keluar dari ancaman tanpa harus meningalkan kebenaran. Sebagian memilih tinggal di menara-menara atau biara-biara yang berada di puncak-puncak gunung lalu makan dan minum disana tanpa harus berhubungan dengan manusia yang lain. Sebagiannya lagi memilih hidup mengembara di muka bumi yang luas, seperti halnya binatang buas yang tidak memiliki arah hidup dan tempat tinggal lalu makan dan minum di mana saja ia mendapatinya dari buah-buahan dan binatang-binatang buruan. Sebagian lagi meminta dibangunkan sebuah tempat yang sangat jauh dari kehidupan masyarakat kemudian mereka hidup disana, menggali sumur, menanam sayuran, dan tidak ikut campur dengan urusan manusia yang lain.
Kaum Bani Israil (penguasa dan orang-orang menyimpang) mengabulkannya. Inilah awal terjadinya rohbaniyyah yang dibuat-buat oleh orang-orang Nasrani.
Setelah waktu berlalu, datanglah kurun setelahnya orang-orang yang jahil (tidak tahu) akan sebab yang menjadikan para pendahulu mereka tinggal di puncak-puncak gunung, melanglang buana di bumi yang luas, dan menyendiri di tempat-tempat terpencil.
Orang-orang jahil ini menyangka bahwa hal itu adalah agama dan ajaran kebaikan, lalu mereka pun taklid dan ikut-ikutan. Mereka lakukan hal tersebut padahal mereka tetap dalam kesyirikan dan kekufuran. Berbeda dengan pendahulu mereka yang melakukan hal itu karena lari dari kekufuran serta menyelamatkan aqidah dan agama mereka.
Tatkala nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam diutus, tidaklah tersisa dari orang-orang yang berusaha mengikuti kebenaran para pendahulunya kecuali sedikit. Di antara mereka adalah tiga orang yang bertemu dengan salman al-farisi dan setelah itu datanglah sebagian yang lain dari biara-biara mereka dan dari kuil-kuil mereka kepada Rasulullah shalalahu ‘alaihi wasallam. Mereka membenarkan risalah yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka Allah subhanahu wa ta’ala memberikan dua pahala kepada mereka. Pahala karena mengikuti ajarannya Nabi Isa ‘alahissalam dan pahala karena mengikuti Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai seorang utusan yang terakhir. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan dia mengampuni kamu, dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang. (Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahi kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid [57]:29)
Mutiara Kisah
Beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari kisah di atas adalah:
Sebab yang menjadikan kaum Nasrani menyendiri di dalam biara meninggalkan manusia adalah karena suatu maksud yaitu lari untuk menyelamatkan agama mereka dan menjaga aqidah yang benar dan bukanlah maksud mereka untuk memutus kehidupan dunia dan meninggalkan kenikmatan hidup di dunia.
Pada asalnya tidak ada syariátnya baik dalam agama Nasrani atau dalam agama Islam untuk mengurung diri atau mengembara tanpa ada tujuan yang jelas. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda “Pengembaraan umatku adalah dengan jihad fisabilillah.” (HR. Abu Dawud: 2/7, Mu’jam al-Kabir: 7/202) dan diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam al-Ma’rifah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya tidaklah diwajibkan kepada kita rohbaniyyah (kerahiban), dan rohbaniyyahnya umatku hanyalah duduk di masjid menunggu sholat serta haji dan umroh.” (Lihat al-Khosho’ishul kubro: 2/316, Syarhus Sunnah: 1/364)
Besarnya kebencian para pengusung kebatilan terhadap orang-orang yang berusaha mempertahankan kebenaran, dan betapa besar kezaliman yang mereka lakukan ketika mereka dibantu oleh para penguasa.
Kelancangan Bani Israil mengubah kemurnian Taurat dan Injil padahal masih ada sebagian orang-orang Nasrani yang berada pada agama yang haq, bahkan sampai diutusnya Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Jahil (bodoh)nya orang-orang yang datang belakangan, mereka menyendiri tinggal di biara-biara atau kuil-kuil dengan memutus kenikmatan dunia, padahal mereka tidak mengetahui sebab yang menjadikan orang-orang terdahulu yang mereka ikuti tinggal menyendiri (mengasingkan diri). Mereka menyangka bahwa hal tersebut karena ingin meninggalkan kenikmatan dunia untuk dapat selalu menjalankan ibadah kepada Robb-Nya. Wallohu A’lam.
Note:
[1] Yang dimaksud dengan kerahiban (rahbaniyyah) ialah perilaku orang-orang untuk tidak beristri atau tidak bersuami dan mengurung diri dalam biara.
[2] Lihat QS. Al-Maidah [5]:44.
[3] QS. Al-Hadid [57]:27
[4] QS. Al-Hadid [57]:28
[5] Idem
[6] QS. Al-Hadid [57]:29
[7] Idem
Sumber : Majalah al-Furqon edisi 9 tahun ke-8 Robi’uts Tsani 1430 H/April 2009 Hal.53-56
Islam tetap jaya, Allah akan tetap menegakkan agama mulia ini. Islam tak pernah menghina agama lain, tapi menghargai agama lain, seperti yang diajarkan oleh Nabi kita!