Tadinya saya ragu untuk menuliskan kisah ini, karena saya takut terjebak dalam rasa & sifat riya..Tetapi setelah membaca posting Kisah Kesaksian 4 Orang Gembala yang kembali ke agamanya masing-masing yang diposting di Yesus.net & Kebenaran.net, ini merupakan sebuah pengungkapan secara jujur & berani atas praktek rohani Gereja yang sebenarnya rahasia & tidak diketahui oleh banyak pihak termasuk umat Kristiani sendiri.
Karena saya melihat ada upaya penyangkalan kebenaran oleh kalangan-kalangan tertentu umat Kristiani di forum diskusi agama tersebut. Demi tegaknya kebenaran & agar semakin banyak domba-domba maupun gembala-gembala Kristus yang bisa menemukan jalan kebenaran Ilahi sesungguhnya, maka saya beranikan diri menulis & menuturkan kisah sejati ini. Saya berharap para domba & gembala Kristus yang membaca kisah ini memahami & menghayati pengalaman rohani saya ini, agar bisa menemukan kebenaran Ilahi yang sejati, Jalan Tuhan yang benar & tidak sesat.
Oleh karena itu demi penghargaan kepada umat Kristiani & umat Islam, saya tidak mengutip satu ayatpun dari Alkitab & Al-Qur’an. Kesaksian ini betul-betul ungkapan hati & jiwa saya.
Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama & direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala Tuhan.
Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan [eraser]- Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salahsatu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri di tengah kota & pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.
Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka.
Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: “Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen” dsb. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur’an & Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu & foto-foto palsu, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan!. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Qur’an yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili & berusaha membantah kami.
Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal & para preman tak beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi & Blitar).
Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat & mengetahui ajaran Islam yang paling dasar.tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat & canggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.
Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah & akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al-Qur’an, Hadist & buku-buku Islam untuk mencari kelemahan-kelemahannya. Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen.
Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji & mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih & Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji & hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam.
Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal & kaum gay. Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek & kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif di sini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik & kafe.
Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkul pun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, di sana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran & mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta & sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung & mafianya bekerja sama begitu rapi.
Tapi ada yang kurang dari cerita itu & ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan & sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia & Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru & menyesatkan generasi muda Islam!
Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhan pun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri &, kami sangat yakin, bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!. Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, saya pun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya.
Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan & untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ectassy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar kota. Kami pun biasa ketemu & ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang, & Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut.
Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salah satu pub terkenal itu sambl tripping!!, setelah itu kami “dating” dengan mereka, “mandi suci bersama” istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat & pendeta atau penyanyi Gereja & Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka di antaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus.
Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan & para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja!.
Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu & berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah & jemaatpun akan histeris & percaya itu mukjizat. Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat & angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang di luar kendali & skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?!,
Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang-orang yang di luar skenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Bagi umat Kristiani atau para Gembala & pelayan Tuhanpun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut & sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI!. Selain 4 mantan gembala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya.
Mengapa Saya Masuk Islam?
Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati & sampai tuntas, saya hanya mencari point-point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap & diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat & penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat & umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui ajaran kebencian kepada ajaran Islam & umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah minggu & jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali.
Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa & beberapa kejadian di keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati.
Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jum’at tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar Tuhan Yesus di suatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya, dengan senyum-Nya yang agung! saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya!. Sayapun lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto & gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: “Kalian ini siapa?”
Saya menjawab: “Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!”
Dia bertanya lagi : “Mana Tuhannya?”
Tuhan Yesus menyela : “Akulah Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia & Dunia!, siapakah engkau wahai pria asing?”
Pria Yahudi itu berkata : “Akulah Isa Al-Masih, & engkau bukanlah diriku!”
Saya menyela : “Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu di hadapan Tuhanku!”
Pria Yahudi itu berkata : “Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!”
Tuhan Yesus berkata : “Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina Tuhanmu!”
Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata & sungguh ajaib! dari tangannya keluar mukjizat sinar api & dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina Tuhan Yesus!.
Keajaiban keduapun terjadi!, pria Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih itu tak kurang apapun & dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan & wujudnya tiba-tiba berubah!, kedua telinganya memanjang..dari mulutnya keluar gigi taring..& dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnya pun berubah mengerikan!…lalu salahsatu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu!…
TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS..!!!. Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit-birit!…Kemudian ada kejadian ajaib lainnya terjadi, Gereja Megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan
pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus.
Saya yang kaget & tak percaya melihat kejadian ini lalu dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: “Siapakah engkau sebenarnya?”
Pria itu menjawab : “Akulah Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya yang ke 24, yang oleh engkau beserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus”.
Saya berkata : “Bukankah engkau telah mati dikayu salib & telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?”
Nabi Isa Al-Masih menjawab: “Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis & para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi & sekarang dia telah terlihat wujud aslinya”..
Saya berkata : “Maksud tuan, Iblis tadi itu…, jadi selama ini?..”
Nabi Isa Al-Masih menukas : “Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi sejati?”
Saya menjawab : “Jika itu ada saya bersedia..”
Nabi Isa Al-Masih menjawab : “Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?”
Saya menjawab : “..emmmmm” (tak bisa berkata-kata)
Nabi Isa Al-Masih berkata : “Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran & hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami Iblis & para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan!”
Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam..kemudian pergi…sayapun lalu terbangun….hari telah pagi…saya merenung mimpi apa itu tadi?, kesulitan apa yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum’at tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jum’at pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali..
Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca….betapa pikiran saya telah dibukakan..tapi saya belum yakin betul… Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di kawasan [eraser], Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi itu betul?!. Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul!, namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya, belum hilang kaget saya, tiba-tiba ada seorang pria menghardik saya & meminta dengan kasar dompet & HP saya!, saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke arah…Mesjid & masuk ke sana, minta tolong sama orang-orang di situ..orang yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11.30..mendekati jamnya shalat Jum’at, saya perhatikan sekitar saya…orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum’at..saya ini ada di mesjid…mimpi saya…pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu….saya bingung lalu saya tak sadarkan diri….
Ketika tersadar..saya berada di sebuah ruangan Mesjid rupanya..& ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan…saya lalu berdiri..tiba-tiba hati ini ingin menangis..menjerit..”Ya Tuhan!..Engkau telah menunjukkan jalan bagiku!”…Pak Tua itu kaget & bertanya: “ada apa nak?”, lalu saya ceritakan semua mimpi saya tadi malam & kejadian yang saya alami, juga siapa saya & apa pekerjaan saya..serta perbuatan-perbuatan saya dalam usaha memerangi & memperdaya agama Islam beserta umatnya.
Bapak Tua itu berkata: “Itu suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik….sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang” Sayapun lalu pulang..menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, pak tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk & berkata: “pak tolong yakinkan saya!..saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya!”.
Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang & menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai & akan kami sambung esok pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke Mesjid tersebut & kami berdiskusi Islam – Kristen. Akhirnya setelah yakin dengan seyakin- yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah & Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen & berdasar oleh pak tua & beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui bahwa pak tua ternyata fasih & hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja & penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan di buku-buku para missionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari.
Saya jadi ragu & bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun?, terlebih setelah pak tua menunjukkan & memperbandingkan versi Alkitab cetakan tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan & revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru bahwa telah dilakukan revisi?, yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar perubahan EYD atau tata bahasa saja, akan tetapi juga merubah makna & arti ayat Alkitab itu sendiri?. Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan & merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup & penggenap itu. Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai & menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu & kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah & sejarah agama dalam Alkitab & Al-Qur’an, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-Qur’an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya & direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam.
Penjelasan Pak Tua & jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan & ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam di rumah saya & akan mengurapi serta mensucikan buku-buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang..!..Sikap rekan-rekan Gembala ini terasa kontras & tidak sepadan dengan sikap Pak Tua & jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan & dibina oleh lingkungan agama yang sesat..saya harus segera mengambil keputusan..setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya… Akhirnya sudah mantap & sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam…
Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA MUHAMMADARRASULULLAH
SAYA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH.
Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam & menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam. Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi & menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya & saya tidak diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada Tuhan Yesus.. Naudzubillah.!!!..Ya Allah..!!! maafkan keluarga saya ini.mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat Ketuhananmu yang sesungguhnya…
Sekarang saya ikut bimbingan Islam di rumah pak tua berpeci yang kemudian diketahui merupakan Ustad & Imam Mesjid itu. Maaf demi keamanan kami, nama Ustad, alamat Mesjid, serta tempat kost saya rahasiakan..mohon maklum. Sejak saya pindah dari rumah mewah berfasilitas lengkap plus mobil dll di kawasan elit Darmo Satelit – Surabaya, yang merupakan fasilitas buat saya dari Gereja, telah saya kembalikan ke Gereja, saya sekarang kost di sebelah rumah pak tua itu sambil belajar agama Islam. Saya juga bekerja membantu usaha kecil-kecilan milik keluarga pak tua ini, yaitu mencetak surat undangan, kop surat & setting komputer.
Insya Allah kalau ada modal (sekarang saya berencana bersama salah seorang anak pak tua ini untuk mengajukan kredit usaha kecil di BRI – Surabaya), mau buka usaha percetakan yang lebih permanen. Sekarang saya sambil kerja belajar & memperdalam agama Islam. Kalau pagi sampai sore saya ada di studio kecil tempat saya bekerja, malamnya belajar ilmu agama & silat tradisional. Kata pengajarnya saya perlu belajar ilmu bela diri karena tak mungkin para pemuda kampung selalu mengawal saya. Saya mendengar dari bekas teman akrab di Gereja & yayasan (namanya saya rahasiakan juga demi keselamatan diri mereka), sangat solider dengan merahasiakan keberadaan saya, (walau pihak Gereja terus-menerus mendesaknya), mereka bercerita tentang usaha Gereja untuk melaporkan ke polisi bahkan memeja hijaukan saya, dengan tuduhan: “Kasus Pencurian Mobil!”, padahal semua orang di Gereja tahu & banyak saksinya termasuk warga kampung tempat saya kost yang mengantar saya ketemu dengan pihak Gereja waktu serah terima itu, semua inventaris Gereja termasuk mobil sudah saya kembalikan & ada tanda terimanya. Demikian juga urusan keuangan & kas Gereja, semua sudah clear & pihak Gerejapun sudah tahu, tetapi entah mengapa mereka berusaha menfitnah saya seperti ini?!. Tetapi saya tekadkan, bila betul pihak Gereja akan melaporkan saya ke polisi, akan saya buka semua fakta & data yang saya miliki & mungkin pihak Gereja akan saya tuntut balik dengan tuduhan pencemaran nama baik, penghinaan & percobaan penganiayaan.
Khusus masalah penganiayaan saya bersama teman kerja di studio kecil kami, pernah beberapa kali hampir ditubruk sebuah mobil (yang saya tahu persis itu milik siapa) dibeberapa tempat ketika saya sedang berboncengan naik sepeda motor, tetapi Allah selalu melindungi hambanya yang telah bertobat ini, selalu upaya itu gagal, selalu saja kami bisa menghindar atau ada orang yang menolong kami ketika upaya tabrak lari itu terjadi. Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT, Tuhan kita semua, Dialah yang Maha Tahu siapa yang benar & siapa yang salah diantara hamba-hambanya. Saya masih menunggu tindakan hukum dari dusta mereka ini, sebab mereka sementara ini kehilangan jejak saya. Mungkin setelah mereka membaca kisah kesaksian saya ini, mereka akan semakin gusar & marah kepada saya, karena selain saya telah masuk Islam, saya juga mungkin dianggap telah membongkar beberapa rahasia-rahasia penting Gereja yang selama ini selalu ditutupi secara rapi, yang jangankan umat di luar Kristen, umat Kristiani sendiri banyak yang tidak mengetahui praktek-praktek tidak benar dalam beribadah yang saya utarakan di atas tadi.
Saya titip pesan kepada para sahabat setia saya di Gereja & yayasan, supaya mereka memberikan sedikit pengertian kepada para pengurus Gereja untuk mengikhlaskan diri saya yang masuk Islam. Janganlah mencari-cari saya, karena segala urusan yang menyangkut asset Gereja yang pernah saya pegang sudah diselesaikan dengan baik. Juga agar tak timbul konflik dengan warga kampung atau umat Islam yang mengetahui kisah ini, saya takut ada pihak ketiga yang memanfaatkan kondisi ini untuk mengacau. Sebab masalah menyangkut agama itu sangat sensitif & riskan sekali.
Sekian penuturan saya, saya bahagia dalam keislaman saya, walau hidup pas-pasan saya sangat mensyukurinya karena tidak ada kepalsuan dalam keimanan Islam saya. Alhamdulillah Allah itu Maha Pengasih & Maha Penyayang, Allah telah memberi rejeki kepada saya & keluarga pak tua, order mulai banyak walau nilai penghasilannya mungkin cuma 10% dari nilai pendapatan saya dulu di gereja. Tetapi saya sangat mensyukurinya.
Dikisahkan kembali oleh Rachmat Hidayat atau Paulus F. Tengker (nama Kristennya)
Kisah ini dinyatakan oleh yang bersangkutan kepada M. Donny Setiawan, ketika kami sedang berdiskusi & membahas kisah kesaksian 4 mantan Gembala yang pernah diposting di kebenaran.net & yesus.net. Atas permintaan yang bersangkutan dengan alasan keamanan dirinya & orang-orang yang dekat dengannya, maka nama Mesjid, alamat Mesjid, nama persisnya Gereja tempat beliau dulu bekerja, tempat kost sdr. Rachmat Hidayat (Paulus F. Tengker) kami rahasiakan, mohon dimengerti & dimaklumi.
Sumber: www.all.at/anands


Cerita ini keren banget. Aku sgt tersentuh dg perjalanannya dlm mencari Tuhan
sebenarnya hal begitu tak mengejutkan kok, bila org kresten pindah ke agama lain pasti agamanya yg sekarang mempublikasikan secara besar2an begitu jg sebaliknya ( krn kristen dan islam adalah agama satu bapak lain ibu ) jadi ngak mslh , kebenaran itu yg tahu hanya DIA nantinya setelah kita mati.Pada dasarnya ajaran YESUS itu bukanlah agama sperti yg kita lihat ini ( YESUS itu milik smua umat tak terkecuali ( hanya KRISTEN dan ISLAM ,di kitab keduanya kan ada di surat MARYAM istilahnya ISA SAW. )Contohnya : bila umat muslim percaya ISA dan dia tdk perlu pindah agamanya, itu uda jadi pengikut ISA, tapi bila org kristen KTP hanya ikut2an aja / krn turunannya kristen dia tdk akan selamat.. HANYA DGN KETULUSAN AJA MENERIMA YESUS sbg JURUSLAMATnya yg akan selamat ( muslim dan kristen ) jd ngak perlu pindah agama segala , klu org gampang pindah itu patut di pertayakan .
Saudara Argo, benar kalau kebenaran itu hanya Dia yang tahu, dan tidak tepat kalau anda mengatakan bahwa kita kan tahu kebenaran setelah kita mati. Apakah Alkitab anda bilang begitu? Kalau memang demikian, untuk apa Allah menurunkan kitab suci melalui NAbi-Nya dan untuk apa para utusan susah-susah menyebarkan ajaran kitab suci? Dan untuk apa pula anda atau saya menyisihkan waktu untuk membaca kitab suci? Tentunya untuk mendapatkan kebenaran kan? Lalu kebenaran itu kita yakini, kita amalkan, kita perjuangkan dan setelah kita mati kita akan mengetahui di tempat manakah kita berada sesuai dengan kebenaran yang kita yakini dan amalan kita: Surga atau Neraka. Nah, masalahnya sekarang kebenaran apa yang kita yakini sehingga akan mengantarkan kita pada akhir yang baik (surga)?
Dalam Surat Al-Maidah(5):3 Allah ta’ala berfirman:
…Pada hari ini tela Aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah aku cukupkan nikmat-Ku bagimu dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu……
Jadi, jelaslah bahwa agama yang diridhai Tuhan saya dan Tuhan anda adalah : ISLAM yang akan mengantarkan kita ke surga-Nya karena Dia sendiri yang telah menjaminnya dalam kitab-Nya (al-Qur’an).
Dan siapakah yang akan menolong kita nanti? Temukan jawabannya disini, Surat 5:55-56 :
Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, seraya tunduk kepada Allah. dan barang siapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang.
So, Nabi Isa hanyalah salah satu dari penolong2 ummat manusia dari kalangan Nabi_Nya, bukan satu-satunya. Kami, ummat Islam meyakininya, sehingga memang tidak perlu ummat Islam pindah agama. Yang perlu pindah agama adalah kalian, karena Nabi Isa hanya akan menolong ummat yang meyakini Nabi Muhammad juga sebagai penolongnya, bahwa Al-qur’an adalah kitab terakhir yang harus menjadi rujukan ummat manusia, meyakini bahwa Allah yang Esa adalah penolong utamanya bukan Jesus yang juru selamat itu sebagai penolong utamanya.
Allah berfirman dalam S. 5:65-66,68-69;:
Dan sekiranya ahli kitab itu beriman dan bertaqwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan mereka tentu Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan Taurat, Injil dan Al-Qur’an yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada sekelompok yang jujur dan taat. Dan banyak diantara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan.
Katakanlah (Muhammad),”Wahai Ahli Kitab! KAmu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al-Qur’an yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.” Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak diantara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah engkau berputus asa terhadap orang-orang kafir itu.
Sesungguhnya, orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Sabi’in dan orang-orang NAsrani, barangsiapa yang beriman kepada Allah, kepada hari kemudian dan berbuat kebajikan, maka tidak ada rasa khawatir padanya dan mereka tidak bersedih hati.
Subhanallah, lihatlah Saudara Argo, inilah penawaran Allah ta’ala kepada kalian. Maukah kalian diampuni kesalahannya dan diberi surga? Maukah kalian termasuk golongan yang sedikit dari ahli kita yang taat dan berbuat kebajikan? Semuanya terserah pada kalian, kami tidak punya hak untuk memaksa kalian masuk Islam.
Dan tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas perbedaan antara jalan yang benar dan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada thagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar , Maha Mengetahui (Surat Al BAqarah (2) : 256)
Thagut: syaithon dan apa saja yang disembah selain Allah yang Maha Esa
Namun jika kalian tetap pada kekafiran kalian, itu juga hak kalian, namun ingatlah Firman Allah dalam Surat Az-Zariyat(51): 60 :
Maka celakalah orang-orang yang kafir pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka (Hari Kiamat)
Tentang Nabi Isa, silahkan anda baca artikel di blog saya tentang mempelajari agama nasrani.
Oya kalau anda tidak puas, dialog saja dengan ustadz-ustadz saya di http://www.qiblati.com atau di http://www.ustadzaris.com atau di http://www.ustadzkholid.com
SY mau kasi tahu klu ALKITAB itu selalu berkembang/hidup krn alkitab itu RHEMA jadi ngak monoton aja ( yg pasti perkembangannya ke arah yg baik bukan mundur ) yg penting isinya , jadi berati tdk hrs sakralkan, tapi hrs di baca dan dijalankan dlm kehidupan sehari2.
Bismillah. Allah berfirman dalam Surat Al Maidah (5):46-48 yang artinya:
Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra MAryam, membenarkan kitab yang sebelumunya, yaitu Taurat. Dan kami menurunkan injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang bertaqwa.
Dan hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
Dan Kami telah menurunkan kitab (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskankanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allahlah kamu semua akan kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.
Saudara Argo, dari ayat di atas jelas dapat anda ketahui keyakinan umat Islam atas diturunkannya Injil kepada Nabi Isa ‘alaihissalam dan tidak ada umat Islam yang tidak meyakininya. Kami percaya kebenaran ajaran/isi Kitab Injil yang dibawa Nabi Isa. Namun, kami meyakini bahwa kitab Injil hanya diperuntukkan oleh ummat Nabi Isa sampai datangnya Al-Qur’an yang dibawa/diajarkan oleh Nabi Muhammad shallalaahu ‘alaihi wassalaam. Dengan demikian, berakhirlah penggunaan Injil sebagai Kitab yang dirujuk ummat dan mulai berlakulah Al-Qur’an sebagai penyempurna kitab-kitab terdahulu dan Kitab petunjuk hidup ummat Islam khususnya dan manusia pada umumnya. Sehingga tidaklah layak lagi sebenarnya bila ada manusia yang masih merujuk kepada Injil karena masa berlakunya telah habis alias sudah kadaluwarsa.
Apalagi (maaf) Injil yang sekarang sudah banyak mengalami banyak perubahan dari aslinya, sehingga lebih tidak pantas lagi dijadikan rujukan. Allah yang Maha Mengetahui, telah berfirman dalam Surat Ali Imran (3): 78 yang artinya:
Dan sungguh, di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya membaca Kitab, agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitan dan mereka berkata, “Itu dari Allah!” padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
Hal ini dibuktikan juga oleh para pemuka-pemuka agama kalian sendiri yang telah sangat mendalami Injil-yang menjadi “makanan” sehari-hari mereka- dari para pendeta, biarawati, penginjil yang semakin mendalami Injil malah semakin bingung dan menemukan “keanehan-keanehan” dalam ajaran/isinya sehingga akhirnya membawa kepada mereka kebenaran Al-Qur’an. Mereka membenarkan dan akhirnya memeluk Islam. Secara pribadi, saya tidak terlalu ambil pusing dengan ketidakaslian alkitab Injil, wong itu bukan agama saya dan bukan urusan saya. Kami umat Islam, punya kewajiban yang lebih utama, yaitu mendalami agama kami sendiri, menjalankan kewajiban agama kami sendiri yang masih banyak harus kami tunaikan. Bagiku agamaku dan bagimu agamamu. HAnya sedikit diantara ummat Islam yang mendalami alkitab, khususnya di kalangan para ulama dan da’i. Itupun mereka gunakan kala perlu saja, kala berhadapan dengan kalian, atau ummat Islam yang kalian sesatkan untuk mempertahankan aqidah ummat Islam. Berbeda dengan kalian, yang begitu sibuk ingin mengkristenkan ummat Islam, mengerahkan dana sekian banyak, memberi hadiah2, uang, mengawini wanita Islam hanya untuk mengkristenkan ummat Islam. Kesimpulannya: justru di kalangan pemuka kalian sendirilah yang sibuk mendebatkan kebenaran ajaran/isi Alkitab, sedang kami ummat Islam lebih sibuk dengan diri-diri kami sendiri. Idealnya, Alkitab (Injil) itu kan buatan Allah yang pasti kebenarannya dan pastinya sesuai dengan ummat seluruh jaman. Namun kenyataannya, pemuka kalian tidak percaya dengan kebenaran Alkitab dan kesesuaiannya dengan segala jaman sehingga musti diotak-atik/diubah isinya supaya sesuai perkembangan jaman. Aneh kan? Itu namanya-seperti yang anda tulis sendiri- pegangan hidup itu dibawa pikiran manusia. Coba anda dalami agama/kitab anda sebagaimana para pendeta, biarawati dan penginjil mendalaminya. Anda gunakan akal sehat dan obyektivitas untuk mencernanya, anda dengarkan bisikan hati nurani anda. Niscaya-dengan ijin Allah- anda akan menjadi tak percaya lagi dengan Alkitab anda. Semoga anda mendapatkan hidayah Islam dari Allah sebagaimana ayah saya telah mendapatkannya pada Idul Fitri yang lalu.
ALKITAB tdk perlu didebatkan ( klu bisa di debatkan berati pegangan hidup itu di bawa pikiran manusia) jadi hanya di perlukan percaya saja atau tdk percaya sama sekali itu aja.
[...] juga nih pengakuan seorang mantan gembala, [...]
Maukah Anda Mengetahui
Kebenaran?
lha, selama ini apa anda pikir saya tidak mengetahui kebenaran??? tentu saja saya mengakui bahwa kebenaran ada pada firman-Nya, namun bukan firman yang ada di Injil karena itu adalah firman yang telah banyak mengalami perubahan oleh manusia. Firman yang saya yakini kebenarannya jelas yang ada dalam Al-Qur’an yang dijaga oleh Allah dari perubahan.
Sorry saya hapus alamat blog anda, supaya tidak ada kawan2 muslim yang terseret menjadi domba sesat.
1. bersihkan kacamatamu dulu..baru melihat prinsip orang lain.
2. ingat! semua agama di indonesia mengimpor dari timur tengah dan india..jadi jangan mencela agama/prinsip negara lain..
3. klo bisa kamu membuat kitab sendiri, biar tahu sulitnya membuat kitab yg bisa mempengaruhi kehidupan orang banyak
4. klo kamu yakin dan percaya bisa masuk SURGA DENGAN AGAMAMU lanjutkan(tidak bom bunuh diri)akan merugikan keluargamu dan keluarga org lain
5. perlu pengontrolan diri percaya yang namanya agama..klo tidak dikontrol nanti dibenak cuma SURGA VS NERAKA..lupa akan makan 20 tahun lagi dan lupa jati diri….
1. kacamataku selalu kubersihkan kok, soalnya kalau buram sedikit saja pasti jadi keliru melihat apa saja…^^
2. Bukan saya yang mencela nona, teman anda sendiri yang mantan penginjil di atas kok. Saya cuma copas aja. Saya juga hanya menanggapi komentar2 yang masuk dengan kebenaran yang saya yakini. Kalau mereka dan anda tidak koment, saya juga pasti diem dan kalian tidak akan merasa tercela.Lagipula tidak usah dicela juga udah tercela dengan sendirinya. Tidakkah anda lihat pada komentar2 saya di atas, sesungguhnya Allah juga yang telah mencela dalam Al-Qur’an penyimpangan2 agama kalian. Gih, sono marahin aja tuh Allah kalau berani!
3. Aku tidak akan bisa membuat Al Kitab, karena aku manusia yang punya banyak kelemahan dan kesalahan. Lagipula tidak berhak bagi manusia untuk membuat alkitab. Hanya Allahlah yang berhak membuatnya, karena Dia lah yang telah menciptakan manusia dan alam semesta, Dia lah yang menguasai seluruh alam ini, hanya Dia lah Yang Maha Mengetahui, hanya Dia lah yang Maha Memberi petunjuk. Kamu sendiri aja yang bikin, dijamin pasti amburadul…seperti yang sudah2.
4. Tanpa kamu suruhpun saya pasti melanjutkan mengikuti agama yang mulia ini, kamu nggak kepingin to?? Tidak akan masuk surga manusia yang mati dalam keadaan kafir….Tuh kamu nggak takut tuh nggak masuk surga?
O ya, aku juga tidak pernah ingin melakukan bom bunuh diri kok, karena aku sayang diriku dan keluargaku dan manusia2 lain yang memang tidak berhak untuk dibunuh tanpa sebab yang dibenarkan syariat/agama. Orang yang melakukannya itu nona adalah orang Islam yang kurang mendalami ilmu agama secara benar, karena Islam melarang umatnya untuk bunuh diri. Paham??
5. Hehehe aku selalu mengontrol diriku Insya Allah, selalu makan 3 kali sehari dan tidak lupa jati diri. Kamu ‘kali yang lupa jati dirimu: bahwa engkau diciptakan oleh Allah untuk beribadah hanya kepada-Nya bukan kepada Tuhan Yesus, roh kudus, maupun bunda maria…
6. Jangan bosen mampir lagi ya, baca artikel2 yang lain biar melek dikit. Ntar saya postingkan artikel tentang Trinitas lagi Insya Allah, kalau pas nggak repot dan males.
itu mungkin pendeta yang sesat!! bukan pendeta yang dari Tuhan Yesus…
Betul, dia adalah pendeta sesat yang telah menemukan jalan kebenaran yang sesungguhnya…
mbak desi@ biar aja orang nasrani ini,mereka dalam kesesatan yg nyata….ga usah cape2 ngeladenin…orang dah jelas ko’ kisah diatas,benar2 buta mata hatinya…….